Klub Supporter BCS Saat Menyaksikan Pertandingan PSS
Klub Supporter BCS Saat Menyaksikan Pertandingan PSS

MALANGTIMES - Rencana digulirkannya kembali Liga 1 pada awal Oktober mendatang membuat seluruh klub peserta berpikir keras dalam melakukan persiapan. Tidak hanya jadwal pertandingan yang padat, karena liga harus dijalankan tanpa penonton, seluruh klub dipastikan kehilangan pendapatan dari penjualan tiket.

PSS Sleman sebagai salah satu klub kebanggaan warga Sleman dan peserta Liga 1 juga dipastikan kehilangan potensi pendapatan sekitar Rp 15 miliar dari penjualan tiket. Walaupun demikian, manajemen tetap optimis dapat mencapai target yang telah ditetapkan manajemen klub untuk finish di lima besar musim 2020 ini. 

Baca Juga : Arema FC Merugi Jelang Ulang Tahun

Menurut Manager PSS Sleman, Danilo Fernando, peluang masuk lima besar sangat terbuka untuk klub peserta Liga 1 tidak terkecuali klub berjuluk super elang jawa ini. Alasannya, setelah kompetisi terhenti 5 bulan lalu, seluruh klub harus memulai dari titik nol untuk mengarungi kompetisi. 

“Dari direksi PT. PSS sudah punya target, dengan kondisi Covid-19, peluang tembus lima besar sangat terbuka,” ungkap Danillo penuh optimis.

Terpisah, Marco Garcia Paulo, Direktur Utama PT. PSS, mengungkapkan bahwa pada awal kompetisi sebelum terhenti, manajemen mematok target pendapatan dari tiket sebesar 15 miliar. Namun karena kondisi yang berubah, manajemen PSS terpaksa memikirkan cara-cara untuk tetap dapat mencapai target yang sudah ditetapkan khususnya finish di lima besar. 

“Tentunya target ini sudah kami perhitungkan benar sebelum kompetisi dimulai,” ungkap Marco.

Mengenai cara untuk mencapai target, Danilo menjelaskan akan tetap menempuh cara yang sudah diarahkan PSSI sebagai regulator kompetisi. Menurutnya, klub diberikan wewenang untuk melakukan negosiasi kontrak seluruh pemain dan pelatih. 

Hal ini lah yang akan didahulukan sebelum mengumpulkan pemain untuk latihan perdana tanggal 24 Agustus mendatang. “Sebelum latihan dimulai, semua clear masalah kontrak,” papar Danilo menargetkan.

Baca Juga : Lima Pemain Arema Dipanggil Timnas Indonesia, Kushedya Hari Yudo Jadi Nama Baru

Selain renegosiasi kontrak, untuk mencapai target, Manajemen PSS Sleman juga akan melakukan penambahan pemain baru. Penambahan ini akan dilakukan dengan mengorbitkan pemain U-20 yang dimiliki dan berasal dari akademi PSS sendiri. 

Hal ini sesuai dengan ketentuan baru PT. LIB yang mewajibkan klub untuk menyertakan pemain yunior. “Ya kami ada rencana untuk melakukan penambahan pemain, tapi kemungkinan kami ambil dari akademi PSS Sleman,” ungkap Danilo mengenai penambahan pemain.

Mengenai renegosiasi kontrak, pelatih PSS, Dejan Antonic juga telah memberikan lampu hijau untuk tetap bertahan. Menurutnya, ada dua alasan untuk tetap di PSS Sleman yaitu adanya program jangka panjang dan kedekatan pribadi dengan Dirut PT. PSS. 

Oleh sebab itu, ia langsung tancap gas untuk menyusun program latihan sebelum kompetisi dimulai. “Minimum enam minggu untuk latihan, anak-anak sudah empat bulan tidak berlatih pasti butuh waktu untuk adaptasi,” jelas Dejan mengenai program latihan.