Tangkapan video saat terjadinya hujan deras disertai angin kencang yang melanda Karangploso, Minggu (16/8/2020). (Foto: Facebook Panjol)
Tangkapan video saat terjadinya hujan deras disertai angin kencang yang melanda Karangploso, Minggu (16/8/2020). (Foto: Facebook Panjol)

MALANGTIMES - Bencana alam Angin Puting Beliung kembali melanda wilayah Kabupaten Malang. Kali ini melanda wilayah Kecamatan Singosari dan Karangploso pada hari Minggu (16/8/2020).

Kejadian tersebut bermula saat terjadi hujan deras disertai angin kencang sekitar pukul 16.00 WIB hingga menjelang petang, memporak-porandakan dua Kecamatan di Kabupaten Malang. 

Baca Juga : Minta Jangan Dipolitisasi, Ketua DPRD Kabupaten Malang Libatkan Seniman Atasi Covid-19

 

Sekretaris BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Malang, Bagyo Setiono mengungkapkan terdapat puluhan rusak di dua kecamatan tersebut yakni Singosari dan Karangploso. "Karangploso rumah 17. Dua rusak sedang, satu tegangan tinggi, satu tegangan menengah patah. Sehingga menyebabkan listrik sebagian padam, sedang dibetulkan," jelasnya ketika dikonfirmasi oleh MalangTimes, Minggu (16/8/2020). 

Sedangkan untuk di wilayah Kecamatan Singosari disebutkan oleh Bagyo terdapat total 85 rumah warga di Desa Langlang, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang yang mengalami rusak ringan. "Kemudian Desa Langlang 85 rumah rusak ringan," sebut pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemakaman dan Pemulasaraan Jenazah Kabupaten Malang. 

Hingga malam ini, berdasarkan data yang dihimpun oleh BPBD beserta Muspika (Musyawarah Pimpinan Kecamatan) di Singosari dan Lawang tidak terdapat korban jiwa hingga meninggal dunia. "Nggak ada (korban jiwa, red). Korban perasaan yang ada," ungkapnya. 

Dan juga untuk kejadian bencana alam angin puting beliung tersebut menurut pantauan BPBD Kabupaten Malang disampaikan oleh Bagyo hanya terjadi di dua kecamatan, yakni Singosari dan Karangploso. 

Untuk penanganan fase pascabencana, BPBD Kabupaten Malang bersama Muspika setempat melakukan pembenahan sementara rumah-rumah masyarakat yang telah terdampak bencana alam angin puting beliung. 

"Nggak ada yang diungsikan. Rumah yang bolong-bolong kita kasih terpal, bantuan kita kirim besok yang jelas untuk makan hari ini bisa dari tetangganya untuk malam ini," jelasnya. 

Baca Juga : Ada 435 Pasien Covid-19 Sembuh di Kabupaten Malang, Paling Banyak Berasal dari Wilayah Ini

 

Bagyo mengatakan bahwa di lingkungan masyarakat yang terdampak bencana, para warga saling membantu dengan memasok makanan dan juga melakukan pembenahan rumah sementara dengan bantuan gabungan petugas yang melakukan evakuasi. "Bantuan antar warga istimewa mengalir sangat deras," ucapnya. 

Sementara itu, untuk bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dikatakan oleh Bagyo bahwa akan dilakukan distribusi bantuan mulai besok Senin (17/8/2020). Hal ini juga bertepatan dengan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-75 tahun. "Ya (bantuan) sembako, kemudian makanan siap saji. Paket Family Kids kemudian bantuan material terpal dan lain-lain," pungkasnya. 

Sebagai informasi, bahwa kejadian bencana alam angin puting beliung disertai hujan deras dan lebat terjadi di Kecamatan Singosari dan Kecamatan Karangploso yang sempat membuat takut masyarakat. 

Karena sampai tembok rumah warga ada yang ambrol dan juga atap rumah yang berupa seng ikut terangkat terbawa oleh hujan deras dan lebat yang disertai angin kencang.