Tak Hanya di Tulungagung, Ini 3 Kasus Perceraian Akibat Pasangan Terlalu Banyak Bercinta

Aug 16, 2020 10:13
Ilustrasi (Foto: Olegario Quintero)
Ilustrasi (Foto: Olegario Quintero)

MALANGTIMES - Kisah seorang suami nekat menceraikan istrinya lantaran hiperseks kini tengah menggegerkan publik. Bagaimana tidak, sang istri dikatakan meminta berhubungan seks sembilan kali dalam sehari.

Pasangan tersebut merupakan warga di Tulungagung, Jawa Timur. Cerita ini awalnya muncul dari pengalaman seorang pengacara asal Tulungagung, Mohammad Hufron Efendi.  

Baca Juga : Dhea, Siswi Kebanggaan Jatim Hari Ini Kembali Melenggang ke Istana Negara

Dikatakan oleh Hufron peristiwa itu terjadi pada akhir tahun 2019. Usia pernikahan keduanya pun masih kurang dari satu tahun.  

"Memang betul itu kasus saya tangani, kalau dilihat dari latar belakanganya salah satu pemicu yakni istrinya yang hiperseksual," ujar Hufron.  

Namun, rupanya kasus seperti ini tak hanya terjadi di Tulungagung saja. Berikut tiga kasus perceraian yang dipicu oleh pasangan yang terlalu meminta untuk bercinta. Ketiganya terjadi pada tahun 2020 ini.

1. Di Surabaya

Pria berusia 36 tahun, warga Surabaya, Jawa Timur menggugat cerai sang istri lantaran tak kuasa melayani hubungan seks. Diketahui, hubungan pernikahan mereka saat itu sudah berjalan selama tiga tahun.  

Alih-alih bahagia, pria tersebut justru dibuat kewalahan lantaran sang istri yang meminta bercinta setiap 30 menit sekali. "Istri saya nggak pernah puas, 30 menit minta lagi begitu seterusnya sampai pagi," ujar pria tersebut.  

Bahkan, dikatakan pria tersebut di tahun pertama pernikahan ia harus mengkonsumsi obat kuat untuk memenuhi permintaan sang istri. Namun, semakin lama kesehatan pria tersebut menurun karena efek obat kuat itu.  

Hingga akhirnya ia memutuskan berhenti mengkonsumsi obat kuat. Sejak itulah sang istri tak merasakan kepuasan dan mengancam akan selingkuh. Tak tahan dengan ulah sang istri, suami pun meminta cerai hingga membuat geger pengadilan agama setempat.

2. Di Sulawesi Selatan

Seorang istri berinisial AM warga Kelurahan Macege, Kecamatan Tanete Riattang, Sulawesi Selatan diceraikan oleh suaminya yang berinisial MZ. Perceraian itu dipicu oleh suami yang meminta bercinta ditolak oleh istrinya lantaran alasan capek.  

Penolakan itu terjadi selama sebulan. "Kalau di ranjang saya mau begitu dia bilang capek, namanya juga manusia butuh itu," ujar MZ.  

Baca Juga : Cerita Gus Idris: Dari Santet Balasic hingga Pertarungan dengan Jin Timur Tengah

Dikatakan MZ, sang istri tak memiliki waktu berdua dengan sejak disibukkan dengan pekerjaannya yang menjadi perias pengantin. MZ juga mengatakan jika sang istri tidak bisa memberikan kewajibannya secara batin dan untuk menghindari zina hingga ia nekat memohon cerai talak.  

3. Di Rusia

Kasus perceraian yang dipicu hubungan bercinta juga terjadi di luar negeri, yakni Rusia. Seorang dokter perempuan di Rusia menggugat cerai suaminya yang berasal dari Skotlandia.  

Perceraian itu dipicu lantaran sang suami yang gila seks hingga membuatnya tak sempat mandi. Keduanya dipertemukan melalui situs kencan online dan memutuskan untuk menikah.  

Namun setelah keduanya memiliki seorang putra, hidup dokter berinisial YI ini seakan sengsara. YI mengatakan jika sang suami terlalu mengontrol, merusak kepercayaan dirinya, merendahkan dan terobsesi dengan seks bahkan saat YI sedang menyusui putranya.  

Dikatakan YI sang suami menuntut untuk melakukan hubungan seks tiga kali dalam sehari. "Yang dia (suami) inginkan adalah seks terus-menerus, ketika saya menyusui (anak) semua yang dia inginkan adalah seks, saya bahkan tidak bisa mandi," ujar YI saat di pengadilan.  

Bahkan, YI menyebut sang suami sebagai "pemerkosa yang ramah." Yang mengejutkan, YI juga mengungkapkan jika sang suami sampai nekat menyewa pelacur untuk sang putra yang saat itu sudah berusia 16 tahun (putra dari hubungan dengan wanita lain). 

Topik
KASUS PERCERAIANhiperseksualitasperceraian akibat hiperseks

Berita Lainnya

Berita

Terbaru