Ayah Gus Idris yakni KH. Rodhyallah saat menangani pasien yang diikuti selama tiga tahun oleh sosok kakek tua di Ponpes Thoriqul Jannah, Ngajum, Kabupaten Malang, Sabtu (11/7/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Ayah Gus Idris yakni KH. Rodhyallah saat menangani pasien yang diikuti selama tiga tahun oleh sosok kakek tua di Ponpes Thoriqul Jannah, Ngajum, Kabupaten Malang, Sabtu (11/7/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Kemunculan Muhammad Idris Al-Marbawy atau yang akrab disapa Gus Idris mendapatkan perhatian banyak pihak sejak menggeluti dan aktif menayangkan seluruh kegiatannya melalui channel YouTube-nya yakni Gus Idris Official. 

Channel Gus Idris Official yang berisikan kisah perjalanan mencari tahu berbagai peristiwa yang diduga ada campur tangan makhluk gaib, penanganan penyakit non-medis, hingga pertarungan dirinya dengan para dukun santet atau teluh yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Ternyata mendapat antusias tinggi masyarakat selama ini.

Baca Juga : Santet Brojo Paling Mematikan di Indonesia, Berasal dari Satu Wilayah di Jatim

Gus Idris menyebutkan bahwa saat menyembuhkan pasien dengan penyakit non-medis atau dapat dikatakan merupakan orang korban dari santet banyak sekali karakteristiknya dan pastinya berbeda-beda penanganan dari tiap pasien. 

Jika jin atau khodam yang masuk dalam diri seseorang akan lebih cepat dan mudah dalam menangani serta menyembuhkan pasien tersebut. Tetapi jika banyak, proses penyembuhannya akan memakan waktu yang cukup lama. 

"Kalau khodam yang masuk jumlahnya sedikit, proses penyembuhannya mungkin cukup cepat. Namun kalau khodamnya sangat banyak atau bisa mencapai ribuan, itu penyembuhannya sampai berminggu-minggu," jelasnya ketika dikonfirmasi oleh MalangTimes di Pondok Pesantren Thoriqul Jannah, Ngajum, Kabupaten Malang, Sabtu (11/7/2020) kemarin. 

Hingga sampai saat ini, menurut Gus Idris, ilmu santet yang cukup berbahaya dan mematikan di Indonesia yakni santet brojo yang ditengarai berasal dari Kabupaten Tulungagung. Santet tersebut akan semakin berbahaya jika diperdalam dan digabungkan dengan ilmu hitam yang berasal dari Benua Afrika. Santet tersebut bernama Balasic yang sangat mematikan. 

"Orang kalau kena santet Balasic, badannya seketika akan kurus kering seperti orang gizi buruk. Lalu sekitar matanya akan terlihat cekung yang menyebabkan orang tersebut akhirnya dapat meninggal. Karena santet tersebut akan menggerogoti tubuh orang tersebut," jelasnya. 

Sementara itu, disamping kegiatannya yang sedang fokus untuk menyadarkan para dukun-dukun ilmu hitam dan melatih tenaga dalam para santri serta muridnya, Gus Idris juga sedang mengawasi beberapa pasiennya yang terpaksa harus tinggal di sekitar Pondok Pesantren Thoriqul Jannah. Karena disamping para pasien berasal dari daerah yang cukup jauh, untuk pengobatan intensif agar tidak terlalu banyak biaya transportasi. 

Dari pantauan pewarta, terdapat setidaknya dua pasien yang telah lama menginap di wilayah ponpes. Pasien pertama berasal dari Kalimantan yang terpaksa harus ditidurkan di salah satu surau sekitar ponpes dan telah bermukim lebih dari satu bulan lamanya. 

Sedangkan untuk pasien kedua berasal dari Pulau Madura yang sudah beberapa minggu menginap di lingkungan ponpes untuk tahap penyembuhan. 

Kedua pasien terpaksa ditidurkan di sekitar lingkungan ponpes, dikarenakan memang untuk tempat tidur di dalam ponpes masih belum rampung dan dalam proses pembangunan.

Terkait pasien yang berasal dari Kalimantan, dia mengalami penyakit non-medis yang tak biasa. Ciri-ciri fisiknya yang terlihat yakni perut pasien tersebut membesar dan tampak lemas.

"Sudah satu bulan di sini. Kami harus menangani secara bertahap. Karena jumlah khodam atau jin yang masuk dalam raganya, lebih dari seribu jin. Kita hilangkan khodamnya secara perlahan dengan bantuan para santri," ungkap pria yang telah dikaruniai dua anak tersebut.

Sementara itu, terkait pertarungannya dengan dukun santet, Gus Idris selalu membawa paling sedikit tiga orang untuk membantu proses penyadaran terhadap para dukun ilmu hitam tersebut. Tiga orang tersebut, yaitu Gus Idris sendiri, pemegang kamera dan satu orang lagi sebagai mediator. 

Baca Juga : Kapal Karam Diduga Milik Nazi Terekam Google Maps di Perairan Pantai Sukabumi

Untuk menentukan mediator, Gus Idris memilih seorang santri yang telah dinyatakan siap. Kesiapan dari seorang mediator pun tidak hanya dari lisan, tetapi sebelum turut serta harus dilakukan pengecekan kesehatan.

"Mediator yang untuk melawan para khodam ini kita cek kesehatannya. Tidak boleh ada mediator yang punya riwayat sakit seperti jantung. Karena resiko seorang mediator sangat tinggi. Bisa jebol jantung dan organ tubuhnya apabila tidak siap menerima serangan makhluk gaib," bebernya. 

Gus Idris mengatakan, bahwa selama dirinya menangani pasien non-medis yang telah berjumlah ribuan orang dan berasal dari seluruh daerah di Indonesia, terdapat salah satu pasiennya yang berasal dari Pasuruan. Pasien ini dirasuki oleh jin laut merah sebagai tentara Dajjal yang tidak kalah mematikan dan menyulitkan untuk proses penyembuhannya.

Taj hanya jin laut merah, ternyata terdapat ratusan jin lainnya yang bersemayam di dalam raga pasien tersebut. Setelah ditelusuri, pasien tersebut telah mempelajari ilmu dan amalan-amalan tersebut melalui internet. 

"Tipikal jin laut merah dari pasukan Dajjal ini, melukai dan membunuh. Mereka tahu dimana ada benda besi, pisau, gunting, langsung disambar dan mencoba ditusukkan. Mediator kami sampai merayap ke dinding. Selain itu jin tersebut berkomunikasi menggunakan bahasa arab," jelasnya. 

Dengan menggunakan bahasa arab, tidak semua orang dapat menyembuhkan seseorang yang telah dirasuki oleh jin laut merah tersebut. Karena disamping mengetahui celah untuk menyembuhkan, di sisi lain juga harus paham mengenai bahasa Arab untuk kelancaran komunikasi dengan jin tersebut. 

Lebih lanjut Gus Idris menuturkan, bahwa hingga sampai saat ini menurut pengalamannya, jin yang paling kuat dan tak mudah untuk dikalahkan yakni jin laut merah. 

Biasanya jin laut merah ini digunakan oleh orang-orang dari wilayah Timur Tengah dan jika di Asia orang-orang yang berasal dari wilayah Malaysia, Singapura dan Hongkong terkadang menggunakan jin tersebut. 

"Jin laut merah ini sangat kuat dan liar. Tidak mudah menyembuhkan seseorang yang raganya sudah dikuasai jin Timur Tengah ini. Ada amalan dan asma khusus yang harus kita kuasai," pungkasnya.