Tumpukan sampah di TPA Supit Urang (Hendra Saputra)
Tumpukan sampah di TPA Supit Urang (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang terus berupaya untuk mencegah terjadinya musibah yang berhubungan dengan timbunan sampah di TPA Supit Urang. Terutama musim hujan sudah mulai datang di bulan Agustus. Longsor yang pernah terjadi di TPA Supit Urang, menjadi pelajaran sangat berharga dan sebagai evaluasi untuk mengantisipasi agar tak lagi terjadi.

Kepala UPT Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Frans Christofel mengatakan, bahwa pihaknya memiliki tim untuk mengantisipasi terjadinya longsornya sampah di musim penghujan saat ini.

Baca Juga : Dari 44, Baru 2 Satuan Kerja di Jatim yang Jalankan Birokrasi Bersih dan Bebas Korupsi

"Kami memiliki tim. Dalam hal ini untuk menjaga atau mendeteksi secara dini antisipasi pengalaman sebelumnya seperti kalau hujan ya longsor. Kalau kemarau ya kebakaran," ujar Frans.

Meski sudah memiliki tim, Frans juga tidak ingin kejadian yang sudah terjadi sebelumnya  terulang kembali seperti longsornya sampah ketika musim penghujan tiba. "Mudah-mudahan dan kami berharap tidak ada lagi kejadian seperti itu lagi," harapnya.

Saat ini masih kata Frans, cuaca masih bisa dikategorikan mendukung untuk menjaga kestabilan sampah di TPA Supit Urang. Oleh karena itu, pihaknya terus menginstruksikan kepada timnya agar memonitor tumpukan sampah secara berkala.

"Cuaca sekarang mendukung juga. Jadi ketika sampah terkondisi dan kita proses, bagi kami sudah lancar. Itu yang harus benar-benar dijaga. Dalam artian, ketika sampah bermasalah, ini kan terasa langsung ke bawah artinya ke masyarakat. Jadi kami harus terus menjaga kestabilan itu," jelasnya.