Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat memetik jeruk di Balitjestro, Jumat (14/8/2020). (Foto: Irsya Richa/MalanhTIMES)
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat memetik jeruk di Balitjestro, Jumat (14/8/2020). (Foto: Irsya Richa/MalanhTIMES)

MALANGTIMES - Menteri Pertanian  Syahrul Yasin Limpo ingin punya kebun di Kota Batu. Hal itu dia ungkapkan setelah mengunjungi dan mencicipi rasa buah jeruk keprok 55 di Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika (Balitjestro) di Desa Tlekung, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, Jumat (14/8/2020).

Syahrul mengaku ingin mencoba menanam buah apel dan jeruk di Batu. Bahkan ia akan mengeluarkan uang pribadinya untuk memiliki lahan satu hektare di Kota Batu.

Baca Juga : 4 Perbedaan Sidang Tahunan MPR Tahun 2020 dengan Tahun-Tahun Sebelumnya

“Satu hektare saja dulu. Saya ingin mencoba mengembangkan buah jeruk dan apel sendiri. Dari dana pribadi,” ucapnya. 

Bahkan untuk bibit jeruknya, Syahrul berniat membeli bibit di Kota Batu. Dia mencontohkan jika dari petani bibit jeruk seharga Rp 10 ribu, Syahrul meminta harga yang lebih murah. Tujuannya, kalau ia membelinya dengan harga murah, warga juga bisa mendapatkan jeruk dengan harga yang murah.

Rencananya,  lahan satu hektare itu membutuhkan kurang lebih 400 bibit. Jika harganya Rp 10 ribu, butuh kurang lebih Rp 4 juta untuk lahan satu hektare tanah dalam pengadaan bibit. 

“Kalau saya dapat harga kurang dari Rp 10 ribu, harapannya nanti masyarakat bisa mendapatkan harga murah juga,” terang mantan gubernur Sulawesi Selatan itu.

Baca Juga : Keluhkan Hama Ulat, Pemkot Batu Siapkan Tim Cepat Respon Opini Publik

Seperti diberitakan sebelumnya, kedatangan menteri pertanian itu untuk meresmikan Taman Sains Pertanian (TSP) Jeruk di Balitjestro dan melepas 15 ribu bibit gratis yang dikirim langsung ke Jember, Lumajang, dan beberapa daerah lainnya.

Selain itu, Syahrul berkesempatan memetik buah keprok batu 55 sekaligus menikmati jeruk di kebunnya langsung. Ia juga mengajak agar warga Indonesia untuk mengonsumsi jeruk lokal karena rasanya lebih enak dan ditanam oleh masyarakat sendiri.