Orang-Orang Media di Dalam Tim Kampanye Bapaslon SanDi, Begini Tanggapan KPU

Aug 14, 2020 10:13
Saat sesi berfoto bersama dengan jajaran tim kampanye Bapaslon SanDi di salah satu Rumah Makam di Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (5/8/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Saat sesi berfoto bersama dengan jajaran tim kampanye Bapaslon SanDi di salah satu Rumah Makam di Kepanjen, Kabupaten Malang, Rabu (5/8/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020 semakin seru untuk dibahas karena banyaknya politisi yang saling lobi terkait dukungan kepada masing-masing Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang yang diusung. 

Juga yang masuk dalam poin pembahasan mengenai masuknya beberapa nama yang memiliki background pimpinan media massa di area Malang Raya. 

Baca Juga : PKB Keluarkan Nama Lathifah-Didik, Golkar Masih Tunggu Keputusan DPP

Misalnya di dalam tim kampanye Bapaslon Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi), ada nama Kurniawan Muhammad yang merupakan Direktur Jawa Pos Radar Malang. Lalu juga ada nama Imawan Mashuri yang merupakan Direktur Utama MalangPost. 

Menanggapi hal tersebut, Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan, Pemilih dan Sumber Daya Manusia KPU (Komisi Pemilihan Umum) Kabupaten Malang, Marhaendra Pramudya Mahardika mengatakan bahwa jika mengatasnamakan personal itu merupakan hak politik dari yang bersangkutan. 

"Secara personal itu hak politiknya. Masuk ranah kewenangan Dewan Pers," ujar Dika, sapaan akrabnya ketika dikonfirmasi oleh pewarta beberapa waktu lalu. 

Diperbolehkan atau tidak, jika merujuk pada peraturan KPU, Dika menuturkan bahwa tidak terdapat peraturan yang mengatur terkait masuknya orang-orang yang berlatar belakang pimpinan sebuah media. 

"Tidak diatur di PKPU 4/2017," tuturnya. 

Dika pun tidak dapat berpendapat lebih jauh, karena pihak KPU sampai saat ini masih belum membuka pendaftaran Bapaslon Bupati dan Wakil Bupati Malang, maka dari itu masih belum mendata tim kampanye dari Bapaslon yang telah beredar di publik. 

"Belum masuk masa pendaftaran. Kami juga belum dapat meminta daftar tim kampanye," ungkap pria berkacamata ini. 

Baca Juga : PKB Siap Lawan Petahana dengan Usung Lathifah Shohib dan Didik Budi Muljono

Ke depan disampaikan oleh Dika bahwa pihak KPU akan terus bekerja sama dengan jajaran media massa agar terus membantu terkait sebagai fasilitator kampanye. Tentunya tetap media massa telah terikat dengan kode etik jurnalistik.

"Media massa posisinya harus berimbang, tidak memiliki kecenderungan keberpihakan pada salah satu calon saja," jelasnya. 

Tapi sekali lagi adanya nama Kurniawan Muhammad dan Imawan Mashuri yang masuk di dalam tim kampanye Bapaslon SanDi yang juga berlatar belakang petinggi media di Malang, Dika mengatakan bahwa itu harus dipastikan terlebih dahulu, bergabung secara personal atau kelembagaan. 

"Harus dipastikan bergabung secara personal atau kelembagaan. Secara personal, itu hak masing-masing sesuai peraturannya. Jika kelembagaan, ranahnya Dewan Pers atau organisasi profesinya," pungkasnya. 

Sebagai informasi, bahwa Bapaslon SanDi telah melaunching tim kampanye pada hari Rabu (5/8/2020) malam di salah satu Rumah Makan di Kepanjen, Kabupaten Malang, dengan kekuatan lima partai politik (parpol) yakni PDI Perjuangan, Partai NasDem, Partai Gerindra, PPP dan Partai Demokrat.

Topik
Berita Hari Ini Kampanye Pilkada Kabupaten Malang 2020 Bapaslon Bupati Dan Wakil Bupati Sanusi Didik Gatot Subroto KPU Kabupaten Malang Parpol

Berita Lainnya

Berita

Terbaru