PKB Siap Lawan Petahana dengan Usung Lathifah Shohib dan Didik Budi Muljono

Aug 13, 2020 19:23
Banner Lathifah Shohib yang terpasang di billboard berdekatan dengan Kantor DPC PKB Kabupaten Malang, Senin (10/8/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Banner Lathifah Shohib yang terpasang di billboard berdekatan dengan Kantor DPC PKB Kabupaten Malang, Senin (10/8/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - DPP (Dewan Pimpinan Pusat) PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) akhirnya memutuskan bahwa di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020 mengusung bakal pasangan calon (Bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Malang, Lathifah Shohib bergandengan dengan Didik Budi Muljono. 

Sekretaris Dewan Syuro DPP PKB, Saifullah Maksum mengatakan, bahwa keputusan nama Lathifah Shohib dan Didik Budi Muljono telah melalui penggodokan nama-nama kandidat untuk diusung melenggang di Pilkada Kabupaten Malang 2020.

Baca Juga : Sah! Demokrat Resmi Rekom Pasangan SanDi pada Pilkada Kabupaten Malang 2020

"Intinya rekom itu udah oke untuk beliau berdua (Lathifah Shohib dan Didik Budi Muljono, red). Tapi turun tidak turun itu belum tahu persis saya. Tapi udah di teken-teken lah oleh DPP (PKB)," ungkapnya ketika dihubungi oleh MalangTimes, Kamis (13/8/2020). 

Saifullah Maksum atau yang lebih akrab disapa Gus Maksum menuturkan, bahwa terkait pemberian surat rekomendasi dari DPP PKB hanya menunggu langkah teknis pemberian saja. 

"Tinggal peresmian, peluncuran SK (Surat Keputusan, red) itu apakah mau langsung ke Bu Lathifah, atau ada acara-acara. Saya nggak tahu teknisnya," ucapnya. 

Gus Maksum pun memastikan bahwa tidak akan ada perubahan nama lagi dan telah pasti turun untuk nama Lathifah Shohib dan Didik Budi Muljono. "Ya. Sudah terbit SK-nya itu," tegasnya. 

Hal ini menunjukkan kesiapan PKB dalam bertarung melawan petahana yakni Sanusi-Didik Gatot Subroto yang diusung oleh kekuatan lima partai politik (parpol). Gus Maksum menegaskan, bahwa PKB telah siap melawan petahana.

"Ya iyalah. Orang pemenang suara kedua," tegas pria yang pernah menjabat sebagai Wasekjen di PB PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) dan aktif menjadi pengurus di Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor medio 1995-1998. 

Kendati demikian, Gus Maksum sebagai perwakilan PKB juga masih membuka pintu koalisi dengan dua parpol yang hingga kini masih belum menentukan pilihannya, yakni Partai Golkar dan Partai Hanura. 

"Kemarin orang-orangnya Pak Umar itu kita satukan di Barisan Pemenangan Bu Lathifah dan Pak Didik. Mudah-mudahan Golkar dan Hanura bisa merapat," harapnya. 

Sementara itu terkait komunikasi dengan Partai Golkar dan Partai Hanura, Gus Maksum mengatakan, bahwa terkait hal tersebut juga diserahkan kepada kedua bapaslon yakni Lathifah Shohib dan Didik Budi Muljono. 

"Lah kita tugasi ke Bu Lathifah dan Pak Didik untuk terus menjalin komunikasi dan kita harapkan untuk bersama-sama PKB. Supaya lebih kuat, lebih solid," ungkapnya. 

Pria yang dulunya juga pernah menjabat sebagai Ketua Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor pada tahun 1995-1998 ini mengatakan bahwa komunikasi tersebut juga dibantu oleh rekan-rekan yang ada di DPP PKB. 

"Ini lagi berlangsunglah kita di tingkat daerah, DPD, kita tugasi pak Didik, bu Lathifah. Untuk pusat juga komunikasi dengan kawan-kawan di DPP dan DPW-nya di Jawa Timur," ujarnya. 

Lebih jauh disinggung mengenai basis dukungan yang mengalir untuk Lathifah Shohib dan Didik Budi Muljono, Gus Maksum menjelaskan bahwa telah dibagi porsinya masing-masing. 

"Ya otomatis kalau representasi bu Lathifah, selaku tokoh muslimat ya kaum ibu muslimat. Terus komunitas pendidikan, karena beliau di Komisi X. Tapi itu menyangkut strategi. Nanti aja," ungkapnya. 

Pembagian porsi tugas untuk menggalang basis massa pun juga mempertimbangkan backgorund dan basis massa dari kedua belah pihak yang akan disatukan menjadi bapaslon tersebut. 

"Intinya sudah berbagi, prosentase, garapan, koordinasi kewilayahan, koordinasi segmen itu sudah kita petakan, sudah kita bagi-bagi. Bagiannya pak Didik apa, bagiannya bu Latifah apa," imbuhnya. 

Baca Juga : Muncul Banner Lathifah, Dokter Umar Optimistis Dapat Rekomendasi DPP PKB

Sedangkan untuk nasib Umar Usman sendiri, Gus Maksum mengatakan, bahwa itu telah dibicarakan dengan yang bersangkutan. Gus Maksum sendiri yang telah berkomunikasi langsung dengan Umar Usman. 

"Saya sampaikan tentang keputusan ini dengan segala berat hati dan sangat memahami. Beliau sudah sosialisasi, kampanye kemana-mana. Tapi inilah politik. Politik itu berkompetisi, ada sukses, ada nggaknya," jelasnya. 

Dirinya juga mengatakan bahwa Umar dinilai telah melakukan investasi politik dan juga di usia yang terbilang masih muda, masih banyak jalan dan ruang untuknya dalam beraktualisasi. 

Gus Maksum pun tidak serta meninggalkan Umar, akan tetapi tetap menggandeng dengan memanfaatkan basis massa yang dimilikinya.

"Saya bilang ke beliau kita tetap ingin dibantu supaya NU tidak pecah, tetap mau membantu PKB. Karena ini soal pertaruhan dan kepentingan bersama untuk ke depan malang lebih bagus nanti," bebernya. 

Ketika dikonfirmasi jika Umar Usman nantinya bergabung dan menjadi kader PKB, Gus Maksum merasa senang sekali jika Umar memutuskan hal tersebut. Tetapi juga disarankan agar mempertimbangkan karir di NU juga.

"Wah senang sekali, pasca beliau mimpin NU. Ya kita belum tahu, kan di NU masih terus menjabat. Siapa tahu masih mau memperpanjang lagi. Tapi dengan senang hati kalau dokter Umar menjadi kader PKB, melanjutkan khidmat yang selama ini sudah dirintis," ucapnya. 

Gus Maksum pun ketika menemui Umar mengatakan bahwa tidak boleh kecewa terkait momen-momen politik. Karena memang politik itu berat dan harus siap mental lahir batin untuk proses menuju kemenangan. 

Sementara itu, dihubungi secara terpisah, Lathifah Shohib mengatakan bahwa dirinya masih belum menerima rekom resmi secara fisik untuk bertarung di Pilkada Kabupaten Malang 2020. 

"Ngapunten , secara resmi saya belum terima rekom," ujarnya. 

Perempuan yang juga merupakan cucu dari salah satu pendiri Nahdlatul Ulama (NU) ini yakni Kiai Bisri Syansuri mengungkapkan, bahwa jika dipilihnya dirinya yang digandengkan dengan Didik Budi Muljono merupakan keputusan DPP PKB, Lathifah siap menjalankan perintah tersebut. 

"Siapapun kader partai harus siap melaksanakan tugas partai," tegasnya. 

Disinggung terkait keyakinannya yang akan maju sebagai penantang petahana di Pilkada Kabupaten Malang 2020 dapat menghantarkan Kabupaten Malang menjadi bangkit kembali dia mengamini tanggapan tersebut.

"Amin," singkat perempuan yang pernah menjabat sebagai Ketua PC Muslimat NU Kota Malang.

Topik
Pilkada Kabupaten MalangPartai Kebangkitan Bangsa (PKB)DPR RI Dra Hj Lathifah ShohibDidik Budi MuljonoPDI PerjuanganPCNU Kabupaten MalangSaiful maksumBerita Politik Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru