Situasi saat peserta aksi menyuarakan tuntutannya di depan Gedung Dewan Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)
Situasi saat peserta aksi menyuarakan tuntutannya di depan Gedung Dewan Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

MALANGTIMES - Akses lalu lintas di Jalan Panji, Kecamatan Kepanjen tepatnya di depan Kantor DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah) Kabupaten Malang mendadak lumpuh, Kamis (13/8/2020). Bukan karena adanya penumpukan kendaraan, namun kemacetan itu didasari karena adanya aksi ratusan massa, dari penggiat seni yang mengatasnamakan Solidaritas Pelaku Seni Budaya (Solid) Kabupaten Malang.

Dari pantauan media online ini, ratusan peserta aksi terlihat melakukan Long March dari Stadion Kanjuruhan menuju kantor Dewan Kabupaten Malang, dengan dikawal oleh aparat Kepolisian dari Polres Malang yang mengamankan sepanjang aksi massa.

Baca Juga : Ditemukan Lutung Jawa Mati Terbunuh secara Keji, Kapolres Malang: No Comment Dulu

Sambil berjalan, para peserta aksi juga menampilkan pertunjukan seni sesuai dengan keahlian masing-masing. Ada yang memegang wayang, ada yang menari, bahkan ada yang menggelar aksi jaranan lengkap dengan iringan lantunan musik dari sound sistem yang ditaruh di bak truk dan pikup. ”Pak Bupati Seniman & Budaya juga butuh tanggapan, oyiii kerr,” tulis salah satu benner yang dibawa oleh peserta aksi.

Selain itu, juga ada yang membawa atribut bertuliskan ajakan untuk melawan covid-19, lantaran menyebabkan para pekerja seni kesusahan mencari nafkah. ”Pegiat seni budaya wegah covid-19, nggarai ruwet penggawean,” tulisnya.

Untuk memperkuat keluhannya, para peserta aksi juga ada yang menyampaikan jika Bupati Malang HM Sanusi telah dicari oleh salah satu seniman di bidang tarik suara, yakni Krisdayanti. ”Pak Bupati Dicari Krisdayanti,” tulisnya.

Setelah menggelar beragam aksi di depan kantor Dewan Kabupaten Malang, beberapa perwakilan aksi akhirnya diperkenankan untuk masuk menemui Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto.

”Mulai hari ini, kami seniman menyaksikan,  mencatat, dan mengetahui bahwa Pak Bupati (Malang) Sanusi mengijinkan para pengabdi seni, pelaku seni, pemerhati seni untuk berbakti, bekerja mencari rejeki melalui ketrampilan dan kemampuan didalam hal berkesenian,” tegas Koordinator Aksi, Ki Ardhi Purbo Antono sesaat sebelum memasuki ruang Dewan, Kamis (13/8/2020) siang.

Lantaran merasa telah mendapat dukungan dari Bupati Malang itulah, yang menurut para peserta aksi perlu turun ke jalan untuk menuntut anggota dewan dan jajaran Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kabupaten Malang, agar turut serta dalam mendukung gagasan pemerintah.

”Ini bukti Bupati (Malang) mendukung, DPR kita minta juga mendukung, bapak aparat (Kepolisian dan TNI, red) monggo nyambut gawe bareng. Seng penting kabeh podo selamet, podo mangan (mari kerja sama-sama, yang terpenting semua selamat, semua bisa makan,” ungkapnya.

Ketika disinggung apa bukti dukungan Bupati Malang terhadap seniman, Ardhi mengaku jika beberapa waktu lalu dirinya pernah menggelar haul Presiden RI, Soekarno atau Bung Karno.

”Beliau Bupati Malang rawuh (datang, red), ini bukti bahwa Bupati setuju menggelar wayang kesenian saat haul Bung Karno. Ketika acara peserta pendukung lebih dari 500 orang, kami absen, kami catat, lebih dari 2 minggu tidak ada yang deman dan watuk (batuk, red),” tegasnya sembari mengklaim jika saat acara kesenian digelar, telah menerapkan protokol kesehatan.

Masih menurut Ardhi, diperbolehkannya mengadakan acara pentas seni oleh Bupati Malang itu, lantaran yang bersangkutan dianggap memahami kondisi para penggiat seni. Yakni butuh makan dan mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya.

Baca Juga : Ditemukan Lutung Jawa Mati Terbunuh secara Keji, Kapolres Malang: No Comment Dulu

”Kita di sini ada untuk panjenengan (pekerja seni, red) semua, kita di sini datang karena hati nurani. Tidak ada yang membiayai, budal dewe (berangkat sendiri),” ujarnya seolah membantah adanya unsur politik dalam aksi massa, sebelum akhirnya masuk ke ruang Ketua DPRD Kabupaten Malang.

Setelah melakukan mediasi sekitar 30 menit, Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto akhirnya bersedia menemui para peserta aksi. Dalam penyampaiannya, Didik mengaku siap meneruskan gagasan para seniman, untuk kembali beraktivitas menggelar pentas seni.

”Saya selaku Ketua DPRD Kabupaten Malang mendukung sepenuhnya keinginan pelaku seni dan budaya. Bagaimana kondisi alam kita, hari ini dunia sedang digoyang dengan yang namanya covid-19. Virus covid-19 ini tidak perlu ditakuti, tetapi bagaimana kita mampu menyikapinya, kita bisa bersahabat dengan virus covid-19. Sehingga yang namanya perekonomian juga harus ditegakkan,” tegas Didik.

Menurutnya, salah satu langkah untuk kembali menggulirkan roda perekonomian adalah dengan cara memberi waktu, ruang dan kesempatan kepada para pelaku seni, untuk tampil didepan masyarakat.

”Dengan berkesenian dan berkebudayaan maka ini menjadi satu diantara bagaimana meningkatkan imun manusia. Imun tidak hanya dari vaksin dan makanan, tetapi dengan berkebudayaan, mengucap syukur kepada Tuhan melalui berseni. Maka saya berkeyakinan imun itu menjadi kuat, dan pada saat imun kita kuat virus akan hilang dan jauh dari pelaku seni,” ungkap Didik.

Setelah menemui para peserta aksi, lanjut Didik, pihaknya mengaku bakal segera mengoordinasikannya dengan Forkopimda Kabupaten Malang, agar memperkenankan para pekerja seni untuk kembali berkreasi.

”Tentunya dengan catatan harus tetap memperhatikan aturan yang sudah ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan. Harapannya semoga seni budaya dan ekonomi bisa kembali berjalan, perut bisa terisi dan akhirnya kebal dari virus covid-19. Semoga seni bisa menjadi penguat imun,” pungkasnya.