AKBP Hendri Umar, Kapolres Malang yang ditemui awak media saat rilis, Rabu (12/8/2020). (Foto: Aldi Nur Fadil/ MalangTIMES)
AKBP Hendri Umar, Kapolres Malang yang ditemui awak media saat rilis, Rabu (12/8/2020). (Foto: Aldi Nur Fadil/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Pembunuhan satwa liar dilindungi berupa lutung Jawa di atas Dusun Perinci, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang terus menuai kejanggalan, lantaran disinyalir pembunuhan keji yang dilakukan pelaku tersebut dianggap menantang.

Hingga kini, AKBP Hendri Umar, Kapolres Malang mengupayakan pihaknya akan terus menindaklanjuti dengan melakukan penelusuran perihal pelanggaran-pelanggaran yang terjadi di kawasan hutan lindung tersebut terutama berhubungan dengan kasus yang saat ini terjadi.

Baca Juga : Bupati Malang Dangdutan, Peneliti Sebut Dalih dan Pembenaran Sanusi Justru Jadi Bola Liar

 

"Sudah saya sampaikan Pak Kasat Reskrim, kita upayakan cek ke TKP. Sekarang kita tindaklanjuti terus dan berkoordinasi dengan BKSDA untuk menelusuri pelanggaran-pelanggaran yang ada di daerah sana," terang Umar.

Tidak hanya sekali kejadian tersebut, Umar mengaku pihaknya juga mendapatkan informasi atas perburuan hewan dan pembunuhan satwa liar ini sering kali telah terjadi di kawasan hutan lindung Kabupaten Malang.

“Karena infonya tidak sekali saja di sana ada kejadian seperti itu. Ada lutung-lutung yang sebelumnya juga pernah ditemukan di situ. Jadi masih kita lakukan upaya ini, Mas,” ujarnya.

Menurut informasi, sebelumnya jalan tempat kejadian peristiwa (TKP) ini ditutup. Namun, sejak jalur ke Cemorokandang dibuka bagi motor, perburuan satwa liar di hutan lindung ini makin marak menjadi hingga tidak terkendali.

Disinggung persoalan tersebut, Umar menuturkan sampai saat ini pihaknya belum mendalami hingga ke TKP. "Saya belum mendalami sampai ke sana," akunya.

Maraknya perburuan satwa liar yang tidak terkendali dan dianggap sangat tinggi oleh Rosek Nur Sahid, Ketua Profauna Indonesia khususnya di Kabupaten Malang ini, menimbulkan dugaan adanya sindikat perdagangan hewan satwa liar dilindungi di Kabupaten Malang ini.

Baca Juga : Video Bupati Sanusi Dangdutan Viral, Kapolres Malang: Kami Belum Keluarkan Izin Keramaian

 

Namun, menurut Umar sampai saat ini keberadaan sindikat tersebut masih belum diketahui secara jelas.

"Saya juga belum mendalami, Mas. Nanti kalau saya ngomong langsung nanti, foto saya dibuat meme samping-samping lagi nanti sama kamu," tanggapnya sembari mencari salah seorang wartawan MalangTIMES yang membuat meme-nya viral di jagat media perihal statement-nya tentang video dangdutan Bupati Malang ketika launching timses pencalonan.

"Mending saya pastikan dulu, saya cek dulu, nanti kita bikin statement. Yang jelas sudah kita tindaklanjuti, kita tangani dengan BKSDA untuk upaya menemukan siapa yang melakukan perbuatan itu," sambungnya.

Saat media online ini mengonfirmasi atas tanggapan dari tindakan sang pelaku yang terkesan menantang dengan sengaja menggantung mayat Lutung Jawa di jalur pendakian pada pohon cemara, Umar enggan memberi komentar dahulu kepada pewarta. "Wah, No Comment dulu saya, nanti ya," jawabnya sembari berlalu.