Kapolres Malang AKBP Hendri Umar sesaat setelah melakukan video conference di Balai Dusun Jetak Lor, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Kamis (6/8/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)
Kapolres Malang AKBP Hendri Umar sesaat setelah melakukan video conference di Balai Dusun Jetak Lor, Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Kamis (6/8/2020). (Foto: Tubagus Achmad/MalangTimes)

MALANGTIMES - Video berisi rekaman kegiatan Bupati Malang HM Sanusi yang juga akan kembali maju sebagai bakal calon bupati pada Pilkada Kabupaten Malang 2020 ini kembali viral. Lagi-lagi Sanusi kedapatan asyik dangdutan di situasi yang tidak semestinya.

Sanusi sempat diperbincangkan ketika asyik dangdutan di ruang kerjanya pada Oktober 2019. Terbaru, dia bernyanyi dan goyang tipis-tipis bareng dua biduan di acara launching timses, Rabu (5/8/2020) malam. 

Baca Juga : TKW Cantik Tulungagung Viral karena Postingan "Pamer Burung", Ribuan Kirim Pertemanan

 

Video acara tersebut lantas viral di berbagai kanal media sosial. Tak dinyana, aksinya di atas panggung menuai kecaman keras dari masyarakat.

Tentu saja masyarakat geram, karena acara itu diselenggarakan di tengah pandemi Covid-19 dengan mengundang banyak orang dikumpulkan dalam satu gedung indoor. Tak tampak adanya penerapan protokol kesehatan dalam video Bupati Sanusi yang tengah bernyanyi, dia tidak mengenakan masker dan jarak dengan para biduan kurang dari 1 meter. Ditambah lagi, pemerintah sendiri belum memberikan izin bagi masyarakat menggelar keramaian.

Masyarakat semakin kecewa, lantaran pihak aparat berwajib seolah membiarkan hal itu terjadi karena dilakukan oleh kalangan pejabat. Padahal, Kapolres Malang AKBP Hendri Umar juga merupakan Wakil Komandan Satgas Transisi New Normal Kabupaten Malang. 

Soal izin kegiatan tersebut, patut menjadi perhatian serius. Pasalnya, Hendri Umar mengungkapkan bahwa selama pandemi Covid-19 ini dari jajaran Polres Malang belum mengeluarkan izin keramaian sama sekali. 

"Kita belum mengeluarkan izin keramaian sama sekali," ungkapnya ketika dikonfirmasi MalangTIMES di Balai Dusun Jetak Lor, Dau, Kamis (6/8/2020). 

Hal itu mengisyaratkan bahwa seluruh keramaian dengan mengumpulkan banyak orang di satu tempat di Kabupaten Malang masih belum dikeluarkan izin. Mengingat situasi perkembangan Covid-19 di Kabupaten Malang terus bertambah, meskipun angka kesembuhan juga turut bertambah. 

Dikonfirmasi atas video viral tersebut, Hendri mengatakan bahwa dirinya tidak mengetahui kejadian tersebut. "Saya belum tahu (atas viralnya video dangdutan Bupati Sanusi)," ujarnya. 

Terkait apakah acara itu telah mengantongi izin keramaian dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, Hendri belum berani berspekulasi lebih jauh karena belum melihat video viral tersebut.

"Saya belum lihat videonya," ucapnya dan bergegas untuk menuju mobil dinasnya untuk melanjutkan peninjauan lokasi terkait kunjungan Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Saat dikejar, Hendri lebih memilih mengingatkan dan mengimbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Malang agar selalu mentaati protokol kesehatan, utamanya penggunaan masker.

Baca Juga : Komentar Satir Terkait Video Viral Bupati Sanusi, Samakan Aparat dengan Film Anak-Anak Shifa

 

"Seluruh masyarakat harus menggunakan masker. Termasuk protokol kesehatan yang lainnya seperti cuci tangan, prinsip physical distancing, semua harus diterapkan," tegasnya. 

Sementara itu senada dengan pernyataan Kapolres Malang terkait pencegahan Covid-19, Dandim 0818 Malang-Batu Letkol (Inf) Yusub Dody Sandra selaku Komandan Satgas Transisi New Normal Kabupaten Malang yang masih baru menjabat beberapa hari ini juga mengingatkan agar seluruh masyarakat terus menerapkan protokol kesehatan, salah satunya seperti penggunaan masker. 

Apalagi sekarang terdapat tagline kampanye kesehatan yang sekarang menjadi program bersama seluruh elemen yakni Jatim (Jawa Timur, red) Bermasker dengan membagikan masker kepada masyarakat. Hal ini sebagai upaya untuk mencegah persebaran Covid-19.

"Semua masker yang telah dibagikan dan diterima warga masyarakat agar masyarakat memberikan edukasi kepada anak-anaknya, agar lebih giat mengenakan masker sesuai ketentuan," ungkapnya ketika ditemui awak media, Kamis (6/8/2020).

Karena penggunaan masker merupakan salah satu langkah dini untuk melakukan pencegahan persebaran Covid-19 yang virusnya tidak nampak terlihat jelas.

"Kalau kita memakai masker bisa melindungi diri sendiri dan orang lain. Apabila tidak dari keluarga kita bisa berikan hukuman yang mendidik," pungkasnya.

Seperti yang diketahui, meski videonya viral, Bupati Malang HM Sanusi menyangkal bahwa ia dangdutan. Menurut Sanusi, kegiatan itu hanya electone-an.

Sebagai informasi bahwa data Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Malang per (6/8/2020) pukul 19.40 WIB bahwa total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 berjumlah 537, sebanyak 365 sembuh dan 43 orang meninggal dunia.