Suasana saat dibukanya pelatihan Operation Course for Operation MLRS Astros II MK 6 di Batalyon Armed
Suasana saat dibukanya pelatihan Operation Course for Operation MLRS Astros II MK 6 di Batalyon Armed

MALANGTIMES - TNI AD, saat ini semakin memantapkan teknologi maupun sistem pertahanan dalam menjaganya keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Salah satunya dengan upaya pelatihan dalam mengoperasikan alat utama sistem pertahanan (Alusista) yang dimilikinya.

Di Malang, Batalyon Armed 1 Roket/AY/1/2 Kostrad, melakukan Pelatihan Operation Course for Operation MLRS Astros II MK 6 yang dibuka langsung oleh orang nomor satu dari Korps Armed yaitu Danpussenarmed Kodiklat TNI AD Mayjen TNI Dwi Jati Utomo, S.IP., M.Tr. (Han), didampingi Danmenarmed 1/PY/ 2 Kostrad Kolonel Arm Sumanto S.Sos.M.M, dan juga Komandan Batalyon Armed 1 Roket/AY/1/2 Kostrad Letnan Kolonel Arm Lukas Meinardo Sormin, S.I.P., M.I.Pol., dan seluruh Prajurit Yonarmed 1 Roket/AY/1/2 Kostrad, beberapa waktu lalu.

Baca Juga : 3.100 Letusan Amunisi Terdengar di Lapangan Tembak Brimob, Ada Apa?

Danmenarmed 1/PY/ 2 Kostrad Kolonel Arm Sumanto S.Sos.M.M, menjelaskan, jika dengan digelarnya pelatihan ini, diharapkan mampu meningkatkan kemampuan para prajurit agar semakin mahir dan berkembang, utamanya dalam mengoperasikan Alusista guna menjaga pertahanan bangsa.

"Timbahlah ilmu pengetahuan sebanyak mungkin agar dapat memotivasi diri, terus semangat dalam belajar. Bukan hanya itu, dalam hal atau kegiatan apapun, semangat dan ketekunan sangat diperlukan agar menuai hasil yang maksimal," ungkapnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, dalam pelatihan tersebut, terdapat beberapa materi, yakni meliputi Pelatihan Operation Course for Operators MLRS Astros II MK 6, Pelatihan Operation Course for Instructors MLRS Astros II MK 6, Pelatihan AV-LMU Operation Course for Instructors MLRS Astros II MK 6, Pelatihan AV-UCF Simulator Course MLRS II MK 6.

"Pesertanya ada 42 prajurit dari berbagai Batalyon Armed se-Indonesia," terangnya.

Untuk diketahui, dari informasi yang dihimpun, Multi-Launcher Rocket System (MLRS) merupakan salah satu jenis alutsista terbaru yang telah dipunyai TNI AD, sebagai alat senjata bantuan tembakan roket dengan sistem peluncur modular.

Sementara, Astros II sendiri merupakan Area Saturation Rocket System yang pertama kali diproduksi tahun 1983. Di Indonesia, Astros yang dimiliki dari tipe II dan generasi ke atau Astros II MK 6.

Baca Juga : Video Seragam Tentara China Di-laundry di Kelapa Gading Viral, Polisi Beri Penjelasan

Astros II sendiri memiliki fitur atau kemampuan yang banyak ditakuti oleh musuh. Roket tersebut dikabarkan punya bulu ledak yang mampu menembus baja setebal 20 cm, termasuk menghancurkan sebuah tank. Selain itu, fitur lainnya, juga dilengkapi dnegan digital radio, fire control computer dan trajectography radar.

Pengisian amunisi sendiri pada MLRS dilakukan secara bersamaan dengan tabung peluncurnya. Jumlah launcher per truk, mulai dari 4, hingga 32 peluncuran. Jangkauannya pun cukup jauh, bisa mencapai 9 sampai 85 km. Saat ini sendiri, pengembangan juga masih terus dilakukan dengan jenis amunisi caliber baru dimana jarak jangkauan lebih jauh.