Personel Polresta Malang Kota yang tengah melakukan latihan tembak di lapangan tembak (Ist)
Personel Polresta Malang Kota yang tengah melakukan latihan tembak di lapangan tembak (Ist)

MALANGTIMES - Dor, dor, dor, dor, itulah suara yang terdengar keras di kawasan Jalan Ampeldento Malang. Tepatnya di markas Brimob DEN B Pelopor Sat Brimob Polda Jatim, Selasa (4/8/2020). Tak hanya sekali dua kali, bunyi letusan itu bahkan mencapai 3.100.

Namun jangan khawatir dulu, bunyi letusan amunisi yang terpacu oleh pelatuk senjata api tersebut bukanlah suara adanya peperangan atau baku tembak. Suara letusan tembakan tersebut berasa dari latihan menembak yang dilakukan oleh 145 personil Polresta Malang Kota.

Para personil tersebut berasal dari seluruh jajaran, ada dari unsur pimpinan dua orang, Bag Ops  dua orang, Sat Sabhara 12 orang, Sat Lantas 12 orang, Sat Reskrim 15 orang, Sat Resnarkoba 15 orang, SatBinmas dua orang, Sat Intelkam 12 orang, Siepropam empat orang dan Masing-masing Polsek jajaran sebanyak 14 personil.

Baca Juga : Ratusan Pekerja Hiburan Malam Demo Risma: "Kami Pekerja Bukan Pelacur"

 

"Itu latihan menembak rutin per enam bulan. Setahun  dua kali. Semua amunisinya disediakan oleh Polresta Malang Kota," jelas Kasubaghumas Polresta Malang Kota, Iptu Ni Made Seruni Marhaeni.

Lanjutnya, latihan ini ditekankan terdapat personil yang memang berada atau bertugas di lapangan guna terus menjaga ketangkasan dan kemahiran mereka, yang itu berguna dalam pelaksanaan tugasnya.

"Kalau yang untuk personil staf jarang. Tapi kalau untuk personil yang memang di lapangan, operasional dan khususnya mereka yang memegang senjata harus ikut latihan," ungkapnya.

Dalam latihan tersebut, para personil dibekali dengan senjata yang berbeda-beda. 30 personil dilatih menggunakan senjata api jenis Revolver dengan kaliber peluru 38 SPC/6Tj. Kemudian 60 personil dilatih menembak sasaran dengan jenis senjata US Carabine dengan kaliber peluru 30 M1/Tj.

Selanjutnya, 35 personil dilatih menembak dengan menggunakan senjata api berjenis V2 dengan kaliber peluru 762 mm/ 11 Tj dan 20 orang personil dilatih menembak dengan menggunakan senjata api jenis HS yang memiliki kaliber peluru 9 x 19 mm MU 1/Tj.

Baca Juga : Video Seragam Tentara China Di-laundry di Kelapa Gading Viral, Polisi Beri Penjelasan

 

Untuk 35 personil pemegang senjata Revolver, US Carabine, dan V2 masing-masing mendapat 20 butir peluru. Sementara itu, untuk yang memegang senjata tipe HS, masing-masing mendapatkan 30 butir peluru. Sehingga jika ditotal, ada 3000 amunisi untuk latihan menembak tersebut.

"Ada lima instruktur dalam latihan menembak itu. Mereka semua berasal dari Brimob," pungkasnya.