A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: fopen(/home/malangtimes.com/public_html//laksamana/ci_sessiongj60fccuiclhqt4508rvl9urmv357ff9): Failed to open stream: No space left on device

Filename: drivers/Session_files_driver.php

Line Number: 177

Backtrace:

File: /home/malangtimes.com/public_html/application/controllers/News.php
Line: 10
Function: __construct

File: /home/malangtimes.com/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: session_start(): Failed to read session data: user (path: /home/malangtimes.com/public_html//laksamana)

Filename: Session/Session.php

Line Number: 137

Backtrace:

File: /home/malangtimes.com/public_html/application/controllers/News.php
Line: 10
Function: __construct

File: /home/malangtimes.com/public_html/index.php
Line: 315
Function: require_once

Dinas Pariwisata Kota Batu Geber Sarpras di Sendratari Kelurahan Sisir - Malang Times
Jatim Times Network Logo
Poling Pilkada 2024 Agama Ekonomi Gaya Hukum dan Kriminalitas Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Otomotif Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Profil Ruang Mahasiswa Ruang Sastra Selebriti Tekno Transportasi Wisata
Poling Pilkada 2024
Wisata

Dinas Pariwisata Kota Batu Geber Sarpras di Sendratari Kelurahan Sisir

Penulis : Irsya Richa - Editor : Heryanto

12 - Aug - 2020, 15:22

Placeholder
Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Drs. Arief As Siddiq, MH saat memasang imbauan area wajib pakai masker di Sendratari, Jalan Sultan Hasan Halim, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Sarana dan prasarana (sarpras) mulai dilakukan oleh Dinas Pariwisata Kota Batu untuk memfasilitasi para pelaku seni. Kali ini Dinas Pariwisata Kota Batu mempersiapkan dengan matang sarpras di Sendratari, Jalan Sultan Hasan Halim, Kelurahan Sisir, Kecamatan Batu. 

Dalam persiapan sarpras itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu Arief As Siddiq, langsung turun melihat kesiapan di Sendratari, Rabu (12/8/2020). Persiapan yang dilakukan itu mulai dari memasang pemberitahuan menjaga jarak dan menggunakan masker.

Tidak hanya itu saja, rumput yang biasanya menjulang tinggi di sana sudah tidak ada dan terlihat cukup bersih. Kemudian juga tempat duduk untuk penonton beri tanda berwarna merah.

Baca Juga : Trek MTB Lapas Terbuka Ngajum Dijajal 9 Pesepeda Berkostum Layaknya Narapidana

Tanda merah itu bertujuan titik yang bisa untuk diduduki, dengan jarak satu meter. “Persiapan ini merupakan program menyiapkan sarana dan prasarana agar bisa memfasilitasi pentas ataubatraksi pelaku seni di Kota Batu,” ucapnya.

Sarana dan prasarana protokol kesehatan mulai dari titik-titik tempat duduk, imbauan, tempat cuci tangan, dan masker. Nantinya disiapkannya masker itu untuk diberikan bagi masyarakat yang tidak membawa diberi secara cuma-cuma alias gratis.

Bukan hanya dilengkapi dengan toilet, ruang VIP, dan sebagainya, tetapi akan dilengkapi dengan lighting, sound system, hinga management pengelola khusus di Sendratari tersebut. Lalu juga secara khusus ada yang merawat setiap hari di sana.

“Dilengkapi lighting, sound system, mangemen pengelolaan Sendratari Kota Batu. Secara khusus merawat setiap hari, supaya perawatan dengan baik,” tambahnya. 

Dengan demikian fasilitas tersebut bisa terjamin pemanfaatnya. Sebab ke depan di tempat itu akan menjadi jujukan untuk penyelenggaraan paket wisata. 

“Ketika ada paket wisata bisa berkunjung study tour, gathering, kita menawarkan dan memfasilitasi salah satu paket menonton kesenian di kota Batu ditampilkan di Sendratari,” ujar pria yang juga Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu ini.

Baca Juga : Hingga Awal Agustus 2020 Sudah 160 Jasa Pariwisata di Kota Malang Terverifikasi

“Untuk semester kedua ini sungguh-sungguh mempersiapkan faislitas dan sebagainya. Paket wisata secepatnya akan ditempatkan. Dan kami sedang mengusulkan Timur kawasan BNN ini jadi pusat kawasan pengembangan seni budaya,” terangnya.

Menurutnya dengan dilengkapinya sarana dan prasarana yang ada di Sendratari itu untuk memfasilitasi pelaku seni di Kota Batu. Tentunya agar roda perekonomian pelaku seni di Kota Batu bisa kembali berputar.

“Pada dasarnya mempersiapkan atraksi kegiatan seni budaya bisa digelar, dengan menyeimbangkan antara bagaimana menjaga peotokol kesehatan untuk memutus covid-19 tetap memfasilitasi pembinaan protokol kesehatan yang ketat,” tutup Arief.

 


Topik

Wisata



JatimTimes Media Terverifikasi Dewan Pers

UPDATE BERITA JATIM TIMES NETWORK

Indonesia Online. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari JatimTIMES.com dengan klik Langganan Google News Jatimtimes atau bisa menginstall aplikasi Malang Times News melalui Tombol Berikut :


Penulis

Irsya Richa

Editor

Heryanto