Penyerahan sertifikat verifikasi oleh Wali Kota Malang Sutiaji (berkopyah) kepada pelaku jasa usaha pariwisata di Kota Malang, Jumat (7/8). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).
Penyerahan sertifikat verifikasi oleh Wali Kota Malang Sutiaji (berkopyah) kepada pelaku jasa usaha pariwisata di Kota Malang, Jumat (7/8). (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pandemi Covid-19 memang berdampak pada beberapa sektor perekonomian, salah satunya jasa pariwisata.

Meski begitu, upaya pemulihan ekonomi bagi jasa pariwisata di Kota Malang mulai bertahap dilakukan. Beberapa hotel dan resto telah dibuka kembali, namun harus terstandarisasi protokol kesehatan Covid-19.

Baca Juga : Aku Melihat Indonesia, Puisi Karya Presiden Soekarno Ini Ungkap Gelora Pantai Ngliyep

Hingga awal Agustus 2020 ini, setidaknya sudah tercatat 160 jasa usaha pariwisata yang telah terverifikasi. Verifikasi itu berkaitan dengan penerapan protokol Covid-19 yang harus dipenuhi bagi hotel dan resto agar tetap dapat beroperasi di masa transisi new normal atau adaptasi tatanan kehidupan baru.

Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni, mengatakan total 160 jasa usaha pariwisata yang telah terverifikasi saat ini terhitung mulai pada awal Juni 2020 lalu.

"Kita kan baru mulai di bulan Juni ya, sampai sekarang masih turun (proses verifikasi jasa usaha pariwisata). Hingga saat ini sudah tiga kali dilakukan, sebelumnya sekitar 56 sampai 60 ya, tadi ini 52," jelasnya, dalam agenda penyerahan 52 sertifikat protokol Covid-19 pada pelaku jasa usaha pariwisata di Hotel Shalimar, Jumat (7/8/2020).

Dalam kesempatan ini tak hanya verifikasi berkaitan dengan protokol Covid-19 saja, melainkan juga pemberian sertifikat bagi hotel, resto yang terverifikasi halal.

Untuk hal itu, hingga saat ini tercatat sudah sebanyak 81 bagi jasa usaha pariwisata yang terverifikasi halal. Yang mana didominasi kelompok jasa usaha dari UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah).

"Untuk sertifikasi halal dengan UMKM juga itu sekitar 81 totalnya. Memang ada kesulitan untuk hotel dan restoran, karena berkaitan dengan bahan dasar menu yang disajikan itu harus berlabel halal. Misalnya saja merica dari Thailand harus berlabel halal, kemudian saus juga begitu. Kalau UMKM cepat karena itemnya tidak banyak," terangnya.

Sementara itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan beberapa jasa usaha pariwisata yang kembali beroperasional juga terus dilakukan evaluasi. Hasilnya dinilai cukup baik, sebab mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Malang di masa pandemi Covid-19 saat ini.

Baca Juga : Sambut Hari Kemerdekaan, Tiket Masuk Dua Pantai di Malang Gratis!

"Ini sudah mulai bisa dirasakan karena prediksi -2 di Indonesia sekarang sudah -5,30. Artinya secara global Indonesia demikian tapi kami harapkan nanti tidak sama. Mudah-mudahan di kami tidak minus tapi nanti angkanya bisa merangkak naik," terangnya.

Pihaknya menarget, hingga akhir tahun 2020 mendatang seluruh jasa usaha pariwisata di Kota Malang bisa kembali beroperasi. Sehingga angka pertumbuhan ekonomi bisa terus meningkat ke angka 3-4 persen. 

"Dan kami berharap di bulan Desember nanti di akhir tahun ini pertumbuhan ekonomi kita sudah di angka 3 sampai 4. Yang bisa menentukan ya sekali lagi kita, teman-teman pengusaha, bagaimana dia bisa taat pada protokol Covid-19," paparnya.

Di sisi lain, ia juga meminta dukungan penuh dari para pelaku jasa usaha. Meski beberapa usaha belum dapat dibuka seperti bioskop dan tempat karaoke. Hal ini sekaligus sebagai upaya untuk tetap disiplin, sehingga ketika ada pembukaan kembali semuanya sudah sesuai protokol kesehatan.

"Kami harapkan demikian, semua sudah terverifikasi kesiapannya. Sehingga, namanya orang kita tidak mau kucing-kucingan. Begitu terverifikasi ya boleh buka," tandasnya.