Bendera Arema saat diterbangkan oleh penerbang paralayang di Lapangan Songgomaruto, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Selasa (11/8/2020). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Bendera Arema saat diterbangkan oleh penerbang paralayang di Lapangan Songgomaruto, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, Selasa (11/8/2020). (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Langit senja dan mendung di Lapangan Songgomaruto, Kelurahan Songgokerto, Kecamatan Batu, terlihat berbeda, Selasa (11/8/2020). Kali ini langit sore hari itu bertabur dengan bendera Arema yang diterbangkan oleh penerbang paralayang dari wana wisata Gunung Banyak. 

Kurang lebih ada sekitar 33 bendera beterbangan selama beberapa menit di langit Kota Batu. 33 bendera arema dan merah itu diterbangkan menyesuaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Arema ke-33, tepat hari ini.

Baca Juga : Membandel Masuk ke Kota Malang, Aremania Sempat Disanksi Baca Sila-Sila Pancasila

 

Mulanya para penerbang bersama-sama berkumpul terlebih dahulu di lapangan Songgomaruto, Kelurahan Songgokerto, untuk mempersiapkan peralatan paralayang dan bendera. Kemudian mereka bersama-sama take of dari Wana Wisata Paralayang.

Sesampainya di sana, satu per satu penerbang itu take off di udara. Setelah semuanya terbang, barulah seluruh bendera arema itu dikibarkan bersamaan selama beberapa menit.

Setelah beberapa menit bertahan di udara, satu persatu mereka landing di lapangan Songgomaruto, Kelurahan Songgokerto. Disambut oleh Arema Indonesia dengan menyanyikan lagu-lagu arema.

Ada ratusan para Arema Indonesia Malang Raya hingga luar kota hadir untuk merayakan HUT Arema ke-33 itu. Perayaan yang dikalaborasikan dengan paralayang itu pun berlangsung dengan meriah, tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan.

Koordinator Perayaan HUT Arema Hari Sucahyo mengatakan, digelarnya kegiatan dengan melibatkan olahraga paralayang itu sebagai bentuk support. “Bukan hanya sepakbola, tapi olahraga seperti paralayang juga support,” ucapnya.

Dikibarkannya bendera sebanyak 33 buah lanjutnya, menyesuaikan dengan HUT Arema ke-33 tahun. “Dengan ini juga supaya semakin rukun,” ujarnya.

Baca Juga : Pusdik Brimob Beri Kado HUT Arema ke-33, Penasaran?

 

Salah satu Aremania Jafro Megawanto menambahkan, kali ini cuaca dan angin sangat mendukung saat para penerbang paralayang menerbangkan bendera di langit Kota Batu. Hanya saja jika saat menerbangkan paralayang sedikit lambat karena harus membawa bendera.  

“Para penerbang paralayang tidak ada kesulitan hanya, mempengaruhi penerbangan. Jika semula kencang jadi lambat, tapi cuaca mendukung pembawa bendera bisa mencari ketinggian sedikit lebih lama di udara,” ujarnya.