Bupati Malang, M. Sanusi. (istimewa)
Bupati Malang, M. Sanusi. (istimewa)

MALANGTIMES - Setiap orang tua tentu berharap buah hatinya dapat lahir dengan sehat tanpa kelainan. Namun tetap ada di antara sejumlah kelahiran bayi menderita kelainan, salah satunya adalah bibir sumbing.

Di Indonesia, menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), jumlah pasien kelainan bibir dan langit-langit mulut sumbing bisa mencapai angka sekitar 3.000 hingga 6.000 kelahiran per tahun atau 1 kasus per 1.000 kelahiran.

Baca Juga : Penting! Skincare Kandungan AHA 30% Ini Berbahaya untuk Kulit

Nah, dalam rangka Kegiatan Bhakti Sosial, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruhan Malang akan mengadakan Operasi Bibir Sumbing secara gratis bagi warga masyarakat Kabupaten Malang.

Hal tersebut juga dinyatakan oleh Bupati Malang, M. Sanusi saat dikonfirmasi oleh awak media di acara Kampung Tangguh Semeru di Kecamatan Pakisaji. "Ya, mulai Rabu depan. Dimulai ketika Rumah Sakit Kanjuruhan me-Launching Paviliun yang baru, terus kegiatan Bhakti Sosial-nya itu," tanggapnya.

Perlu diketahui, Launching Paviliun RSUD Kanjuruhan ini akan dilaksanakan pada Rabu depan (12/8/2020). Menurutnya, operasi ini sebagai bentuk bantuan kepada masyarakat Kabupaten Malang bagi warga yang memiliki kelainan bibir sumbing. "Prosesnya tinggal daftar aja ke RSUD Kanjuruhan, nanti waktunya diberi kapan, untuk datang ke sana untuk dioperasi," tuturnya.

Selain itu, Sanusi menegaskan bahwa syarat pendaftaran itu sangat mudah yakni hanya perlu perlu KTP Kabupaten Malang. "Syaratnya KTP Kabupaten Malang aja," katanya.

Baca Juga : 150 Pengguna Jalan hingga Pengunjung Kafe di Kabupaten Malang Ikut Rapid Test Dadakan

Sementara itu, alumni UIN Malang ini juga menjelaskan bahwa, Operasi Sumbing Bibir akan dilaksanakan dengan Kuota yang tidak terbatas. "Tak terbatas, cuman waktunya menyesuaikan karena kemungkinan operasi itu 5-10," ungkapnya.