Kepala Disporapar Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni (depan) saat memberikan materi dalam agenda pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Kepala Disporapar Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni (depan) saat memberikan materi dalam agenda pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Pemulihan ekonomi, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang gelar pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata. Kegiatan dilaksanakan di Hotel Aria Gajayana, Selasa (11/8/2020).

Kepala Disporapar Kota Malang Ida Ayu Made Wahyuni menyampaikan, kegiatan pelatihan ini merupakan agenda pertama selama pandemi Covid-19 dan dilakukan secara tata muka. Meski begitu, kegiatan dilaksanakan menggunakan protokol kesehatan.

Baca Juga : Pandemi, Pemkot Malang Minta Sektor Pariwisata Terapkan Pembayaran Non Tunai

 

"Dan beberapa kegiatan memang sempat tertunda lantaran pandemi Covid-19," katanya saat membuka acara.

Perempuan yang akrab disapa Dayu itu menjelaskan, kegiatan pelatihan tersebut merupakan salah satu agenda yang bersumber dari pembiayaan Dana Alokasi Khusus (DAK). Sebelumnya, Disporapar Kota Malang mendapatkan 14 kegiatan non fisik dengan pembiayaan DAK.

Namun lantaran pandemi Covid-19, maka dari 14 agenda yang disiapkan, kini hanya tiga agenda non fisik yang bisa digelar. Ke tiganya adalah pelatihan tata kelola destinasi pariwisata, pelatihan homestay, dan pelatihan wisata budaya.

"Dan kegiatan kali ini mengundang para pelaku usaha, terutama kampung tematik,"   jelasnya.

Lebih jauh Dayu menyampaikan, Kota Malang saat ini masih dalam zona merah. Sehingga tidak heran jika wisatawan masih enggan datang ke Kota Malang. Begitu juga sebaliknya, wisatawan dari dalam Kota Malang juga enggan untuk ke luar kota. Sehingga potensi yang ada memang harus dimaksimalkan oleh setiap pelaku industri wisata. Terutama untuk menggaet wisatawan dari dalam Kota Malang sendiri.

Menurutnya, saat ini yang paling dikuatkan adalah kesiapan destinasi wisata di Kota Malang dalam mematuhi protokol kesehatan. Sehingga, setiap destinasi wisata utamanya kampung tematik terus didorong agar menerapkan protokol kesehatan.

"Supaya setiap pelaku industri wisata mengedepankan protokol kesehatan," jelasnya.

Baca Juga : Anggaran PAK Disusun, Dewan Minta Pembangunan Jalan Rusak Hingga Drainase Jadi Prioritas

 

Melalui pelatihan ini pula, Dayu berharap perekonomian di Kota Malang akan kembali mengalami peningkatan. Karena kegiatan yang dilaksanakan kali ini menjadi salah satu stimulus untuk proses pembelanjaan.

Sementara itu, Kepala Bidang Destinasi Dan Industri Pariwisata Disporapar Kota Malang, Yenny Mariati dalam sambutannya menyampaikan, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan manfaat kepada peningkatan kualitas layanan tata kelola Destinasi wisata di Kota Malang.

"Termasuk menyerap tenaga profesional di destinasi wisata dan meningkatkan PAD Kota Malang melalui destinasi wisata," jelasnya.

Yenny menjelaskan, pelatihan dilaksanakan selama tiga hari. Di hari pertama dan ke dua, peserta akan mendapatkan pelatihan di dalam ruangan. Sedangkan di hari ke tiga, para peserta akan diajak terjun langsung melihat kondisi destinasi wisata di Pujon Kidul yang memang sudah berhasil.

Di sana, para peserta akan menggali lebih jauh mengenai potensi yang bisa digali. Kemudian bisa menerapkannya di daerahnya masing-masing. Dengan begitu, potensi yang dimiliki akan dapat lebih ditingkatkan lagi untuk menarik wisatawan. (*)