El Kepet (kiri) saat berbincang dengan Ahmad Bustomi (screenshot YouTube El Kepet Kelab Henam)
El Kepet (kiri) saat berbincang dengan Ahmad Bustomi (screenshot YouTube El Kepet Kelab Henam)

MALANGTIMES - Perjuangan untuk menjadi pemain bola bukan jalan yang lempeng bagi Ahmad Bustomi. Mantan gelandang Arema ini sempat membuat ibunya harus menjual anting emas agar dirinya bisa membeli sepatu bola dan ikut seleksi. 

Keberadaan sosok Agus Yuwono juga mengambil peran, karena Agus lah yang saat itu memasukkan namanya kedalam skuat Persema Yunior.

Baca Juga : Manager Meeting PT LIB Hasilkan Beberapa Aturan Baru, Arema FC Apresiasi LIB

Mungkin sebagian orang sudah sedikit tahu perjalanan karir Ahmad Bustomi menjadi pesepakbola, mulai harus mengayuh sepeda untuk tiba di tempat latihan hingga menjual anting ibunya untuk membeli sepatu.

Ya, kisah yang sangat berat bagi pesepakbola asal Karangploso, Kabupaten Malang ini. Tapi kini, berkat perjuangan dan kerja kerasnya, seluruh Indonesia sudah mengenal siapa Ahmad Bustomi dan pernah memperkuat beberapa tim besar di Indonesia.

Dalam YouTube El Kepet Kelab Henam, Bustomi sedikit flashback dan menceritakan bagaimana perjuangan ia menjadi pesepakbola. Di situ kebetulan juga ada Agus Yuwono sebagai pelatih Bustomi saat masih seleksi di Persema Yunior.

"Pelatih yang berjasa dalam karir saya adalah coach Agus Yuwono. Kalau saya dicoret dari yunior (Persema) ya mungkin saya cuma jadi guru," kata Bustomi sembari tertawa.

Tertarik dengan cerita Bustomi, El Kepet pun menanyakan bagaimana ceritanya hingga ia bisa menjadi pesepakbola yang dikenal banyak orang karena perjuangannya.

"Ya dulu kalau ibu saya tidak jual anting, saya tidak bisa seleksi ke tahap yang lebih tinggi ketika masuk Persema. Karena saat itu sepatu bola saya sudah tidak bisa dipakai dan ibu saya meminta untuk saya menjual anting satu-satunya itu untuk dibelikan sepatu dan Alhamdulillah," ungkap Bustomi.

Baca Juga : Joko Susilo Yakin Mantan Pemainnya Bisa jadi Pelatih Berkualitas

"Dan mungkin karena perjuangan ibu lalu doa kedua orang tua ya, akhirnya saya bisa menjadi pemain sepak bola. Karena waktu saya punya tekad tinggi untuk membuktikan kepada ibu bahwa saya bisa dan untuk membalas jasa mereka lebih dari itu," imbuhnya menggebu.

Dan Agus Yuwono yang kala itu menjadi pelatih nampaknya juga sangat selektif saat menyeleksi pemain karena baginya ketika itu adalah mencari bibit pemain untuk Persema.

"Waktu itu saya fair, tidak ada titipan. Tidak tahu pemain alasan bagaimana kalau waktu seleksi bagus ya saya terima," ujar Agus Yuwono.

Kini, Bustomi adalah salah satu gelandang yang sangat terkenal untuk di Indonesia. Beberapa tim seperti Arema, Persema, Mitra Kukar hingga Timnas Indonesia juga pernah dibelanya. Dan di Liga 1 2020 ini, Bustomi memperkuat Persela Lamongan.