Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

MALANGTIMES - Bertemu Rasulullah Muhammad SAW saat di dunia dan akhirat tentu menjadi impian dan keinginan seluruh umat muslim. Para sahabat yang hidup di masa Rasulullah SAW pun selalu ingin berada di samping Rasulullah SAW saat masih hidup maupun kehidupan di akhirat.

Ustadz Adi Hidayat dalam sebuah kajian menyampaikan, Rasulullah SAW memiliki sahabat bernama Tsauban. Dia merupakan sosok yang sangat lekat dengan masjid. Bahkan memiliki posisi khusus di pojok kanan. Setiap kali Rasulullah SAW ke masjid, sahabat tersebut selalu berada di posisi itu.

Baca Juga : Pohon yang Rimbun Masuk Islam Usai Dapat Berita Kenabian Muhammad dari Seorang Pendeta

Posisi itu dipilih karena ia ingin lebih khusyuk dalam beribadah dan tak menganggu sahabat yang lain. Dia sangat mencintai Allah SWT dan Rasulullah SAW. Dia bahkan sangat takut tak bertemu Rasulullah SAW saat di akhirat.

Itu sebabnya, Tsauban memiliki fisik yang kecil dan kurus. Suatu ketika Rasulullah SAW bertanya mengapa dia memiliki badan yang sangat kurus.

Lalu Tsauban menjawab, “Ya Rasulullah SAW, saya seperti ini karena sulit makan dan sulit tidur. Bukan karena saya tak memiliki makanan. Saat siang datang, saya memikirkan Anda. Apakah malam nanti saya bertemu Anda. Malam hari saya juga memikirkan Anda. Apakah saya masih bisa bertemu dengan Anda. Dan yang paling membuat Saya sulit makan adalah, kalau di dunia saya masih bisa melihat Anda ya Rasulullah. Tapi ketika kita berpisah, entah saya atau Anda yang meninggal dunia terlebih dulu, entah di surga kita bertemu atau tidak ya Rasulullah.”

Maka saat itu, turunlah Firman Allah SWT dalam Al-Quran surat ke 4 ayat 69 yang maknanya, “Siapapun yang mau taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya, maka mereka itu tidak hanya di dunia, tapi di akhirat akan kami tempatkan bersama orang-orang yang telah diberikan nikmat oleh Allah SWT.”

Artinya, ada surga yang diciptakan Allah SWT yang dihuni para Nabi dan orang-orang yang beriman, orang jujur, syuhada, dan orang sholeh akan ditempatkan di surga yang sama.

Ketika ayat tersebut turun, Tsauban semakin bersemangat dalam beribadah. Segala sesuatunya mengalami peningkatan, termasuk ibadahnya untuk datang ke masjid.

Baca Juga : Makanan Penghuni Neraka ternyata Merupakan Tumbuhan yang Tumbuh Subur di Daerah Ini

Suatu ketika, saat subuh datang, Rasulullah SAW tak mendapati Tsauban berada di pojok kanan masjid seperti biasa. Rasulullah SAW bertanya dan tak seorangpun sahabat mengetahuinya. Ketika selesai menunaikan salat, Rasulullah SAW dan para sahabat menuju rumah Tsauban yang jaraknya ternyata adalah tiga jam dari masjid.

Setelah sampai di rumah Tsauban, ternyata Tsauban telah meninggal dunia. Rasulullah bertanya apa yang terjadi sebelumnya saat Tsauban akan meninggal dunia. Istri Tsauban menyampaikan jika tidak ada yang terjadi kecuali ia mengucapkan kalimat “Ya Allah, Ya Rab, Ya Rab, Ya Allah mengapa tidak lebih jauh lagi.”