Sidang Paripurna Kota Malang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).
Sidang Paripurna Kota Malang (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

MALANGTIMES - Akhir Agustus, Perda APBD-Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2020 atau Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) ditarget selesai. Itu sebabnya, selama beberapa pekan terakhir, dewan lebih fokus dan memprioritaskan pembahasan terhadap PAK tersebut.

Sementara untuk rancangan peraturan daerah (Ranperda) lain yang juga ditarget selesai Agustus, menurut Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika juga tetap dibahas. Diantaranya seperti Ranperda Tugu Aneka Usaha (Tunas) yang saat ini masih dievaluasi bagian hukum Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Jatim).

Baca Juga : Perubahan APBD, 7 OPD Tambah Anggaran di Kota Batu

"Di sela-sela rapat badan anggaran (banggar) masih dilakukan pembahasan terhadap Ranperda lain," katanya.

Made menjelaskan, Ranperda Tunas saat ini menjadi salah satu Ranperda yang memang ditargetkan rampung dalam waktu dekat. Karena anggaran sebagai modal awal perusahaan daerah itu telah disiapkan. Sehingga diharapkan bisa terserap dengan maksimal tahun ini.

"Kalau tidak akan jadi SiLPA lagi," jelasnya.

Terpisah, Ketua Pansus Perumda DPRD Kota Malang, Ahmad Wanedi menambahkan, evaluasi yang dilakukan di Pemprov Jatim diyakini tak berlangsung lama. Sehingga dalam waktu dekat draft yang dikirim dipastikan bisa dibahas lebih cepat lagi.

Setelah dikirim oleh Pemrov Jatim, maka DPRD Kota Malang dan bagian hukum Pemkot Malang, menurutnya, akan melakukan evaluasi kembali. Terutama membenahi beberapa hal yang telah digarisbawahi Pemprov Jatim.

Apabila sudah tidak ada yang perlu dibenahi, maka akan dilanjutkan dengan pengesahan. Kemudian Perumda Tunas dapat berjalan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sebagaimana yang dicita-citakan selama ini.

Baca Juga : Dewan Desak Pemkot Segera Isi Jabatan Dirut PD RPH

Wanedi menyampaikan, sektor bisnis yang dikelola di Perumda Tunas memang telah dipersempit dibanding yang diajukan sebelumnya. Salah satunya dengan menyatukan unit yang dinilai masih saling berkaitan. Jenis usahanya seperti pengelolaan parkir, kuliner, hingga perbengkelan.

"Dan semuanya akan dikerjasamakan dengan masyarakat dan UMKM. Sehingga Tunas nanti harus bisa berdayakan ekonomi yang ada," tegasnya.