Sosialisasi dengan cara Bersuami dari Dispendukcapil Kota Malang (screenshot YouTube Dispendukcapil Kota Malang)
Sosialisasi dengan cara Bersuami dari Dispendukcapil Kota Malang (screenshot YouTube Dispendukcapil Kota Malang)

MALANGTIMES - Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang memiliki cara unik untuk sosialisasi kepada masyarakat, yakni melalui cara bermain game yang dinamakan Bermain Simulasi Administrasi Kependudukan (Bersuami).

Untuk membuat masyarakat mudah memahami bagaimana cara mengurus administrasi kependudukan (adminduk), jumlah biaya atau justru tidak perlu membayar saat mengurus adminduk hingga hukum bagi orang yang menggandakan atau memalsukan data kependudukan.

Baca Juga : Inovasinya Jadi Salah Satu Terbaik di Indonesia, Diskoperindag Bakal Dapat DID Miliaran

Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan (PIAK) dan Pemanfaatan Data Dispendukcapil Kota Malang, Sudarmanto mengatakan bahwa cara sosialisasi dengan bermain seperti ini sangat bagus dan mudah dipahami oleh masyarakat.

"Jadi masyarakat ikut terlibat aktif di dalam game tersebut, nanti ada satu pertanyaan yang nanti jika masyarakat tahu bisa dijawab dan dijelaskan, lalu jika tidak tahu akan terjadi diskusi dan dibantu oleh petugas kami," ujar Sudarmanto.

Game Bersuami sendiri adalah seperti biang lala yang jika diputar nantinya akan ada jarum yang menunjukkan suatu kotak yang ada pertanyaan didalamnya. Atau dalam permainan lain seperti layaknya monopoli dimana masyarakat bisa melakukan kocok dadu, lalu berjalan dan nantinya akan berhenti di suatu tempat yang ada pertanyaan juga.

"Cara seperti ini efektif, karena masyarakat juga tahu dan mengerti. Jika hanya sosialisasi hanya melalui pemberitahuan dikhawatirkan ada yang tahu dan tidak atau justru paham atau belum paham. Dengan game ini masyarakat lebih mudah memahami," ungkap Sudarmanto.

Baca Juga : Jatim Bermasker Libatkan Gerakan Perempuan, Sutiaji Optimistis Covid-19 Dapat Ditekan

Saat ini, Dispendukcapil Kota Malang masih berupaya untuk memperbanyak materi yang nantinya bisa digunakan di setiap kelurahan agar sosialisasi bisa segera dipahami masyarakat.