Pengibaran bendera oleh tim paskibra di Stadion Brantas Kota Batu sebelum  Pandemi. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)
Pengibaran bendera oleh tim paskibra di Stadion Brantas Kota Batu sebelum Pandemi. (Foto: Irsya Richa/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Peringatan upaya Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-75  akan terasa sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Bagaimana tidak, upacara pengibaran bendera yang tetap dilaksanakan bakal diikuti peserta dengan jumlah yang terbatas. Rencananya, upacara hanya diikuti Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Upacara secara terbatas itu dilakukan lantaran kondisi di Indonesia saat ini masih dilanda pandemi Covid-19. Sehingga untuk mengantisipasi dan meminimalisir hal tersebut harus dilakukan upacara secara terbatas.

Baca Juga : Tak Ada Tambahan Pasien Positif, Ini Indikator Penyebab Kota Batu Masuk Zona Merah

Hal ini juga mengikuti sesuai dengan aturan yang telah diterbitkan Pemerintah RI. “Sesuai surat Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) instruksi HUT RI ke-75 dilaksanakan upacara secara terbatas,” kata Kepala Kesbangpol Kota Batu, Suliyanah.

Kemudian untuk Forkopimda itu diikuti 10 orang petinggi Polri dan petinggi TNI. Lalu tidak semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dilibatkan. “Cuma Kesbangpol, Humas Pemkot Batu, dan protokol saja yang ikut dalam upacara ini. Bahkan untuk OPD itu hanya beberapa rangkaian saja,” imbuhnya.

Untuk beberapa rangkaian kegiatan HUT RI ke-75 yang dilaksanakan itu seperti mendengarkan pidato kenegaraan pada Jumat (14/8/2020) di DPRD Kota Batu. Lalu dilanjutkan upacara apel kehormatan renungan suci di TMP pukul 24.00 WIB Minggu (16/8/2020).

Dilanjutkan Senin (17/8/2020) pukul 07.00 WIB upacara di Balai Kota Among Tani. Selanjutnya pada pukul 10.00 WIB mengikuti upacara detik-detik proklamasi secara virtual. Lalu untuk penurunan bendera digelar pukul 15.00 WIB dan pukul 17.00 juga digelar secara virtual.

Baca Juga : Lagi, Kota Batu Masuk Zona Merah Tersisa 17 Pasien Positif

Jika sebelumnya usai upacara pengibaran terdapat ramah tamah, namun kali ini ditiadakan. Bahkan untuk pembagian insentif veteran langsung diberikan secara door to door oleh Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko. “Bu wali minta pemberian insentif yang biasanya mengumpulkan veteran, kali ini langsung diberikan oleh bu wali door to door,” tutupnya.

Bahkan untuk tim pengibar bendera saja, Pemkot Batu hanya melibatkan delapan orang itupun dari tim paskibra tahun sebelumnya. Sebab tahun ini tidak diperbolehkan  melakukan seleksi paskibra.