Aneka menu yang disajikan Depot Nikmat Banyuwangi. (Nurhadi/BanyuwangiTimes)
Aneka menu yang disajikan Depot Nikmat Banyuwangi. (Nurhadi/BanyuwangiTimes)

MALANGTIMES - Wisata di Kabupaten Banyuwangi tak semata untuk budaya dan alamnya saja, khasanah kulinernya yang kaya pun wajib dicoba. Apalagi, banyak menu-menu khas yang bakal memanjakan lidah wisatawan.

Sebagai kabupaten yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan luar biasa dalam sektor pariwisata, Banyuwangi juga terus bersiap menyambut tata kebiasaan kehidupan baru. Termasuk di sektor kuliner yang bakal menyambut wisatawan dengan ragamnya yang menggoda.

Baca Juga : Bu Sisca "Gantung Panci" dari Dunia Kuliner, Tagar #BuSisca Trending!

Salah satu rumah makan di Kabupaten Banyuwangi yang sudah siap menerima kunjungan wisatawan di era new normal misalnya Depot Nikmat Banyuwangi. Di sini terkenal dengan sajian sate gulai khas Arab dan nasi rames bungkus godong atau daun.

Owner Depot Nikmat Asad M. Nagib mengatakan, tempatnya juga sudah mendapat sertifikat lolos uji sertifikasi protokol kesehatan yang diterbitkan oleh Pemkab Banyuwangi.

Menurut Asad, perbedaan mendasar yang wajib dilaksanakan oleh pelaku kuliner di Banyuwangi adalah memberikan rasa aman nyaman dan sehat serta terjaga dari penyebaran wabah Covid-19 bagi konsumen.

Dia menuturkan, sebagai pelaku kuliner yang sempat terdampak pageblug Covid-19, salah satu ritual yang wajib dilakukan oleh para karyawan depotnya adalah menggelar doa bersama yang dipimpin oleh salah seorang karyawan sebelum membuka warung.

“Dengan berdoa sebelum membuka warung, tentu kami berharap agar Tuhan memberikan perlindungan dan keselamatan pada semua karyawan,” sebutnya. Setelah itu, karyawan juga akan melakukan pembersihan menyeluruh di seluruh sudut rumah makan.

“Menu yang kami sajikan mampu memuaskan dan menyehatkan para pelanggan setia yang berasal dari Banyuwangi maupun wisatawan yang sedang menikmati liburan di Banyuwangi,” tuturnya.

Selanjutnya, sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) protokol kesehatan yang ditetapkan oleh pemerintah pasca masa tanggap darurat Covid-19, para pengusaha kuliner wajib menyiapkan tempat cuci tangan dengan air yang mengalir dan sabun cuci di depan tempat usahanya. Selanjutnya juga memeriksa suhu tubuh para pelanggan dan membatasi jumlah konsumen saat mereka makan.

”Kami mewajibkan pelanggan mengenakan masker pada saat tidak makan minum di dalam warung. Meja kursi konsumen disekat dengan pembatas mika yang transparan untuk menjaga jarak antara pelanggan dengan karyawan," terangnya.

Baca Juga : Sompil Bumbu Jangan, Bisa Jadi Pilihan Wisata Kuliner Khas Tulungagung

"Untuk pesan menu bisa melihat daftar yang sudah dipasang di dinding atau pesan langsung pada pelayan yang siap mencatat pesanan dan memberikan layanan terbaik dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” lanjutnya.

Dia menambahkan, prosedur layanan bagi konsumen yang dijalankan tujuan utamanya menjamin keamanan kenyamanan keselamatan dan kesehatan konsumen yang datang dengan tidak mengurangi mutu dan kualitas sajian kuliner untuk memanjakan selera pelanggan.

”Andalan menu depot kami adalah sate kambing dan kaldu nasi rames sego godong serta aneka menu lain yang diolah secara alami tanpa menggunakan penyedap rasa atau MSG,” imbuh mantan aktivis HMI itu.

Lebih lanjut Asad menuturkan dalam masa transisi pasca wabah Covid-19, untuk pembeli mengalami penurunan yang cukup tajam. Namun tetap ada pelanggan setia yang melakukan pemesanan makanan minuman secara online atau melalui sambungan telepon. Pihaknya juga menyediakan layanan drive thru agar pembeli bisa langsung membawa pulang pesanannya.

Dalam upaya memberikan rasa nyaman bagi konsumen, dia berharap agar sidak atau patroli yang dilakukan oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) tidak melibatkan personel yang banyak dan tidak perlu lagi menakut-nakuti pelanggan, karena depot, warung dan tempat kuliner sudah mendapat sertifikat resmi dari pemerintah.

“Berikan kesan rasa aman dan nyaman terjaga dari penyebaran wabah Covid-19 karena kami sudah siap menjaga warga masyarakat dari Banyuwangi maupun pendatang dari luar kota. Kami selalu mengingatkan pelanggan untuk menggunakan masker, mencuci tangan menggunakan sabun dan selalu menjaga jarak serta saling mengingatkan,” pintanya. (*)