Menkes Terawan saat memberikan santunan kepada ahli waris tenaga kesehatan yang telah gugur. (Foto: Ima/MalangTIMES)
Menkes Terawan saat memberikan santunan kepada ahli waris tenaga kesehatan yang telah gugur. (Foto: Ima/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tenaga kesehatan (nakes) yang gugur dalam menangani covid-19 mendapatkan santunan  dari pemerintah pusat. Untuk wilayah Jatim, santunan masing-masing sebesar Rp 300 juta diberikan  Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto di auditorium Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang (Polkesma) kepada ahli waris tenaga kesehatan.

"Berdasarkan arahan Bapak Presiden (Joko Widodo atau Jokowi, red), saya diminta mewakili Beliau secara langsung memberikan santunan kepada ahli waris keluarga para pahlawan kesehatan yang sudah gugur dalam penanganan covid-19," ucapnya.

Baca Juga : Penting! Skincare Kandungan AHA 30% Ini Berbahaya untuk Kulit

Santunan tersebut diberikan kepada  22 orang tenaga kesehatan seluruh Jawa Timur dan diterima  ahli warisnya.  Kepada 22 keluarga ini, Terawan mengaku dirinya mewakili pemerintah turut merasakan kepedihan.

Menurut Terawan, Presiden Jokowi berharap santunan yang diberikan untuk ahli waris tenaga kesehatan ini dapat bermanfaat bagi keluarga. "Biarlah hal ini bisa menguatkan para ahli waris dan bisa menjadikan keteladanan bagi kami maupun saya selaku menteri kesehatan, bagaimana perjuangan para pahlawan kesehatan yang telah gugur," ungkapnya.

Selain santunan, Kemenkes juga memberikan tanda penghargaan untuk para pahlawan kesehatan yang telah memberikan dedikasi dan pengorbanan dalam menangani covid-19. Dalam kesempatan tersebut, Kemenkes menyampaikan langsung insentif kepada tenaga kesehatan sejumlah rumah sakit (RS). Di antaranya RS Islam Aisyiyah Malang, RS Muhammadiyah Ahmad Dahlan, RS Adi Husada Undaan Wetan, RS Darmo, RS Marsudi Waluyo, RS Jemursari, RSU Husada Utama Surabaya, RS Unair, RS Katolik St Vincentius a Paulo, Rumkital (Rumah Sakit Angkatan Laut) dr Ramelan Surabaya, dan RST Soepraoen Malang.

Mewakili pemerintah, Terawan menyampaikan terima kasih dan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada seluruh tenaga kesehatan yang telah bekerja keras dan berdedikasi tinggi melawan covid-19. "Negara tidak akan lupa akan jasa-jasa yang telah diberikan oleh para pahlawan kesehatan tersebut," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemenkes Abdul Kadir menyampaikan bahwa tenaga medis yang meninggal akibat covid-19 dilaporkan sekitar 87 orang. Sementara yang sudah diberi santunan masih sekitar 60 orang. Sisanya, 27 orang, masih dalam proses menyelesaikan verifikasi administrasi.

Baca Juga : Erick Thohir: Vaksin Covid 19 Diproduksi Januari Tahun Depan

"Ini sudah kali  kesekian  (pemberian santunan). Kami sudah menyerahkan hampir sekitar 60 orang yang meninggal di seluruh indonesia. Tapi yang paling banyak memang Jawa Timur," ungkapnya.

Sementara itu, untuk insentif kepada tenaga kesehatan rumah sakit, klaimnya di atas Rp 1 miliar dan sudah dicairkan ke rekening rumah sakit masing-masing.