Dion dan Tyas menikah di Masjid Mapolres Blitar Kota.
Dion dan Tyas menikah di Masjid Mapolres Blitar Kota.

MALANGTIMES - Menjalani hukuman dalam penjara tidak menyurutkan pria asal Kota Blitar ini untuk menikahi wanita pujaannya. Bahkan pasangan ini rela menggelar ijab kabul dan akad nikah di kantor polisi. 

Narapidana yang menikah di tahanan itu bernama Dion Supariyanto, warga Jalan Turi, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Dia resmi menikahi wanita pujaannya bernama Tyas Shyka. Pernikahan keduanya berlangsung di Masjid Al Aulya Polres Blitar Kota, Kamis (6/8/2020). 

Baca Juga : Urai Pengadaan Tanah Puskemas Ngantang Rp 1,2 M, Pemkab Malang Kumpulkan Berkas

Dion diketahui merupakan tahanan kasus peredaran narkotika. Dia ditangkap karena mengedarkan pil dobel L. 

 Tyas mengaku mereka sudah lama berpacaran. Lama berpacaran dan sudah terlanjur sayang menjadi alasan kuat untuk meresmikan hubungan cinta kasih itu ke pelaminan. Dia mengaku pernikahan ini sudah direncanakan sejak lama. 

“Kami berjanji untuk sehidup semati. Sudah terlanjur sayang. Saya sudah nyaman dan tidak mempermasalahkan status suami saya yang seorang tahanan,” ungkap Tyas. 

Dion diketahui merupakan seorang duda. Dia pernah menikah  tiga kali. Meski sudah bercerai, dia masih menjalin hubungan baik dengan ketiga mantan istrinya. Bahkan ketiga mantan istrinya hadir dalam akad nikah yang digelar di mapolres untuk mendoakan kebahagiaan kedua mempelai. 

“Semoga mereka berdua hidup berbahagia. Kami mendoakan,” kata salah satu mantan istri Dion yang bersama Ika Andriani. 

Baca Juga : Tahanan Kejaksaan Jombang Positif Covid-19 Bertambah 6 Orang

Sementara, Kasubag Humas Polres Blitar Kota Iptu Rochan mengatakan, fasilitasi pernikahan untuk tahanan diberikan Polres Blitar Kota. Akad nikah yang digelar hari ini dilaksanakan secara protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid-19. 

Akad nikah kedua mempelai tampak dihadiri keluarga dan kerabat dengan jumlah terbatas. Kedua mempelai juga menggunakan masker. “Fasilitasi pernikahan kami laksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat,” terang Rochan.