Kondisi Jembatan Jurang Mayit atau Jurang Srigonco yang berada di wilayah Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang masih belum selesai pengerjaannya. (Foto: Dok. JatimTimes)
Kondisi Jembatan Jurang Mayit atau Jurang Srigonco yang berada di wilayah Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang masih belum selesai pengerjaannya. (Foto: Dok. JatimTimes)

MALANGTIMES - Jembatan Jurang Mayit atau Jembatan Srigonco yang berada di wilayah Desa Srigonco, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang, yang dimulai pengerjaannya sejak tahun 2017, hingga kini masih belum terselesaikan. Lagi-lagi faktor utamanya disebabkan kekurangan anggaran. 

Sebelumnya pembangunan jembatan jurang mayit yang nantinya menjadi salah satu infrastruktur yang mendukung jalannya roda pariwisata ditarget pada Bulan Agustus tahun 2019 lalu harus selesai. 

Baca Juga : Dewan Desak Sertifikasi Aset Dipercepat, Wali Kota Malang: Tergantung Kemampuan BPN

Namun kenyataannya melewati batas target awal. Jembatan tersebut tidak dapat terselesaikan hingga progres terakhir yang menunjukkan 75 persen lebih pembangunan. 

Alasan dari Pemkab Malang kala itu yakni masih kurangnya anggaran untuk perampungan jembatan tersebut sebesar Rp 8 miliar untuk pengadaan kerangka baja. Karena untuk pengadaan kerangka baja tersebut mempergunakan anggaran dari Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) RI. 

Menginjak pada Bulan Agustus tahun 2020, akhirnya Pemkab Malang dapat bernafas lega. Karena sinyal-sinyal anggaran dari Kementerian PUPR akan turun digunakan untuk perampungan Jembatan Jurang Mayit.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang, Romdhoni mengungkapkan, bahwa pada tahun 2020 ini, Jembatan Jurang Mayit atau yang biasa dikenal sebagai Jembatan Srigonco akan mendapatkan bantuan hibah dari Kementerian PUPR RI.

"Kita dapat bantuan dari pusat, Kementerian PUPR berupa kerangka baja untuk (pengerjaan) jembatan itu," ungkapnya ketika ditemui oleh awak media, Rabu (5/8/2020). 

Kerangka baja yang merupakan bantuan hibah dari Kementerian PUPR tersebut telah siap untuk diambil dan segera dipasang untuk proses perampungan Jembatan Srigonco tersebut. 

Akan tetapi, Romdhoni mengatakan, bahwa hingga sampai saat ini masih memikirkan untuk proses pengambilan kerangka baja tersebut dari Kementerian PUPR menggunakan ekspedisi transportasi yang seperti apa. Mengingat volume dari kerangka baja tersebut juga cukup besar.

"Kami saat ini masih mencari ekspedisi transportasi untuk mengambil hibah kerangka baja dari Kementerian PUPR," ujarnya. 

Baca Juga : Perkuat Recovery Ekonomi, Wali Kota Malang Tekankan Peningkatan Serapan Anggaran Belanja

Sementara itu terkait perampungan sejumlah infrastruktur yang terhambat akibat anggaran, Romdhoni menjelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh rasionalisasi anggaran untuk penanganan pandemi Covid-19. 

Disamping itu, dengan adanya rasionalisasi anggaran Romdhoni juga mengatakan bahwa DAK (Dana Alokasi Khusus) pada tahun 2020 ini telah ditiadakan. "Tinggal Perubahan Anggaran Keuangan (PAK,red). Tapi untuk anggaran ekspedisi itu sudah kami siapkan," sebutnya. 

Romdhoni meyakini bahwa kerangka baja untuk Jembatan Jurang Mayit tersebut terpasang pada tahun 2020 ini serta pada tahun 2021 memasuki proses finalisasi pengerjaan agar dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Kabupaten Malang. 

Karena proses perampungan pengerjaan Jembatan Srigonco inu akan membantu jalur pariwisata dari wilayah Kecamatan Bantur, menju kawasan Pantai Balekambang yang merupakan dambaan bagi wisatawan lokal bahkan mancanegara. 

"Untuk sementara pekerjaan besar, kami tunda. Kami hanya melakukan pekerjaan yang sifatnya pemeliharaan. Untuk finishing Jembatan Srigonco akan kami lakukan tahun depan," tandasnya. 

Sebagai informasi bahwa sejak dimulainya pengerjaan Jembatan Srigonco pada tahun 2017 hingga tahun 2019 telah menelan anggaran daerah mencapai Rp 18 Milyar.