Kasatlantas Polresta Malang Kota AKP Ramadhan Nasution (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Kasatlantas Polresta Malang Kota AKP Ramadhan Nasution (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Selama 14 hari menggelar Operasi Patuh Semeru 2020, 1.851 lembar surat tilang telah dikeluarkan satuan kepolisian lalu lintas (satlamtas) di jajaran Polresta Malang Kota kepada para pelanggar. Dari total surat tilang yang dikeluarkan tersebut, 65 persen atau sekitar 1.203  didominasi pelanggan tidak mengantongi SIM.

"Memang rata-rata tidak memiliki SIM. Namun ada juga yang pengakuannya SIM ketinggalan. Sekarang tidak ada alasan mereka yang dari luar kota tidak memiliki SIM," ucap Kasatlantas Polresta Malang Kota, AKP Ramadhan Nasution.

Baca Juga : Manfaatkan Tiang Listrik, Polisi Ini Bangun Kebersamaan Kamtibmas Warga

Untuk jenis kendaraan,  pelanggar yang mendominasi memang  roda dua. Dari 1.851 pelanggar, mm pengendara roda dua yang tertilang sebanyak 1.388 kendaran. Sedangkan sisanya, 463, adalah pelanggar pengendara roda empat.

"Pelanggar roda empat kebanyakan adalah pelanggaran tidak menggenakan sabuk pengaman dan juga terkait kelebihan muatan," jelas Ramadhan.

Soal lokasi terbanyak terjaringnya para pelanggar, kasatlantas malah mengungkap fakta yang ironis. Sebab,  justru  pelanggaran terbanyak berada di jalur kawasan tertib lalu lintas (KTL). Mulai dari kawasan alun-alun,  simpang Kaliurang, pertigaan PDAM lama, hingga kawasan flyover.

"Ya itu. Memang mereka sudah tertib di kawasan tersebut, tapi ya  karena memang tidak memiliki SIM. Di situ (KTL) setengah jam saja bisa ada 70-an pelanggar," bebernya.

Positifnya, jumlah surat tilang yang dikeluarkan saat Operasi Patuh Semeru kali ini menurun jika dibandingkan tahun lalu. Sebab, tahun lalu, ada sekitar 2.600 pelanggar yang diberi surat tilang.

Baca Juga : Maling Terekam CCTV di Kedungkandang, Hati-Hati Benda Ini Masih jadi Incaran

"Memang menurun. Kalau tahun lalu kan hanya penegakan hukum saja. Tapi kalau sekarang kan juga disisipkan imbauan dan pendidikan masyarakat (dikmas) mengenai lalu lintas," pungkas Ramadhan.