Nampak saat petugas kepolisian memantau kondisi dalam rumah korban yang telah hangus terbakar (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)
Nampak saat petugas kepolisian memantau kondisi dalam rumah korban yang telah hangus terbakar (Anggara Sudiongko/MalangTIMES)

MALANGTIMES - Dua rumah dalam satu atap, milik Wardoyo (54) di Jalan Embong Brantas, Kelurahan Kiduldalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang, nyaris terbakar habis dilahap si jago merah, pada Selasa petang (4/8/2020) sekitar pukul 17.30 wib.

Saat itu, pemilik rumah tengah beristirahat dan bersantai menonton televisi di ruang tengah. Tak lama, keponakan pemilik rumah keluar rumah untuk melihat situasi depan rumah. Namun di saat ia keluar rumah, ia justru melihat kepulan asap dan kobaran api dari atap genteng rumahnya bagian belakang.

Baca Juga : Kandang Terbakar, Empat Unit Mobil Pemadam Kebakaran Dikerahkan

"Setelah itu saya langsung kembali masuk ke rumah dan membangunkan orang yang ada di dalam rumah agar keluar. Saat itu saya lihat memang sudah ada kobaran api," terang Vito Ferdian (18) keponakan pemilik rumah yang juga tinggal di rumah tersebut, saat ditemui di lokasi kejadian.

Setelah itu, api yang kian membesar, akhirnya membuat korban dan penghuni rumah berlari keluar dan tak sempat membawa barang-barang lainnya. Mereka hanya membawa barang-barang seperti halnya hp. "Tapi Alhamdulilah semua selamat. Nggak ada korban jiwa," terangnya.

Sementara itu, Kepala UPT Damkar Kota Malang, Teguh Budi Santoso, menjelaskan, jika kebakaran rumah tersebut terjadi diduga karena terjadinya korsleting listrik. "Dugaan memang korsleting listrik. Hal itu terlihat dari kepulan asap hitam. Kalau sudaha hitam berarti ada unsur plastik yang terbakar," jelasnya.

Pihaknya sendiri mengerahkan seluruh armada mobil pemadam untuk segera melakukan pembasahan dan melokalisir titik api. Hasilnya sekitar kurang lebih dalam waktu satu jam, api berhasil dipadamkan.

Baca Juga : Akibat Rambatan Bakar Sampah, Rumah Kosong di Perumdin Patal Lawang Terbakar

"Laporan dari warga api sangat besar. Dikirimi foto  terlihat api sudah tinggi, makanya tadi kami kerahkan tujuh armada pemadam. Biasanya tiga unit sesuai SOP sudah berangkat, tapi karena terdeteksi di lokasi padat penduduk maka semua dikerahkan," ungkapnya.

Sementara itu, akibat kejadian tersebut, dari pantauan di lapangan, isi dalam rumah korban nampak beberapa barang telah hangus. Namun untuk yang paling parah, adalah bagian atap ruang korban. Sebab, atap rumah telah terbakar habis oleh si jago merah. "Perkiraan kerugian yang dialami korban sekitar kurang lebih Rp 40 juta," pungkasnya.