Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) saat guru mengecek suhu tubuh di SDN Gunungsari 4 di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji beberapa saat lalu. (Foto: istimewa)
Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) saat guru mengecek suhu tubuh di SDN Gunungsari 4 di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji beberapa saat lalu. (Foto: istimewa)

MALANGTIMES - Sebelum disetujuinya Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang berlangsung di SDN Gunungsari 4 di Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji oleh Tim Gugus Tugas Covid-19 Kota Batu ternyata 4 bulan lamanya siswa di sana libur tanpa ada kegiatan belajar, layaknya siswa lainnya. 

Hal itu lantaran keterbatasan jaringan internet karena kawasan berada di lembah pegunungan di Kota Batu. Adanya KBM yang sekarang dilakukan secara tatap muka langsung juga merupakan persetujuan dari wali murid melalui Komite Sekolah. 

Baca Juga : Tak Cuma Belajar Daring, Ajak Anak Bermain Juga Penting!

“Keputusan untuk kembali menggelar KBM tatap muka salah satunya adalah untuk menampung aspirasi dan keluhan serta permintaan dari komite sekolah yang mewakili orang tua siswa,” ujar Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu, M. Chori.

Permintaan itu dilakukan lantaran selama hampir 4 bulan siswa di sana libur sekolah (tidak ada tugas) dan tidak memiliki aktivitas serta kegiatan sama sekali. Selain itu sebagian besar orang tua siswa hampir setiap hari bekerja sebagai peternak, buruh tani, dan kuli. 

“Sehingga ketika anak-anak di rumah tidak ada yang memantau dan mengawasi. Karena orang tua fokus dengan mata pencahariannya mereka di sana,” ucapnya. 

Karena itu dalam rangka memberikan kegiatan yang bermanfaat kepada siswa, serta mencegah ketertinggalan pelajaran, maka Komite Sekolah yang mewakili orang tua siswa mengajukan kepada pihak sekolah menyelenggarakan KBM tatap muka di sekolah. 

Baca Juga : Sekolah Tak Punya Sistem Pembelajaran Daring? Dosen Teknik UB Sediakan Gratis!

Sementara itu KBM tatap muka di SDN Gunungsari 04 sudah dilaksanakan sejak 13 Juli 2020 lalu. Namun terhenti hingga Tim Satgas menyetujui adanya KBM. Meski KBM berjalan sebelum dihentikan, protokol kesehatan ketat dilakukan di sana. Mulai menggunakan masker, jaga jarak, mencuci tangan, hingga mengecek suhu tubun seluruh anggota keluarga SDN Gunungsari 4. Namun siswa dan guru menggunakan pakaian bebas.