Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Foto:  Lifepal)
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Foto: Lifepal)

MALANGTIMES - Ratusan pekerja hiburan malam menggeruduk Balai Kota Surabaya, Senin (3/8/2020). Mereka melakukan unjuk rasa atau demo sejak pukul 10.00 WIB dan menuntut agar Wali Kota Tri Rismaharini mencabut Perwali Nomor 33 tahun 2020.  

Sebagai informasi, Perwali Nomor 33 tahun 2020 ini tentang Perubahan Atas Peraturan Wali Kota Surabaya Nomor 28 tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru pada Kondisi Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kota Surabaya.

Baca Juga : Cegah Penyebaran Covid 19 Meluas, Kapolres Malang Incar Pendisiplinan di Pusat Keramaian

Hal itu diungkapkan oleh salah satu pendemo yang bekerja di salah satu tempat karaoke, Mirza Azizah.

"Kami harap Bu Wali segera cabut Perwali," ujar Mirza Azizah yang juga menyampaikan, karena Perwali itu membuat mereka tidak bisa bekerja selama 5 bulan.  

Mirza juga mengatakan, jika ia bersama rekan-rekan lainnya tidak bisa mencari nafkah untuk menghidupi keluarga mereka di tengah pandemi Covid-19.  

"Banyak kami sendiri para janda, terus gimana beri makan anak-anak?" ujarnya.  

Untuk menguatkan gugatan ratusan pekerja di hiburan malam itu, mereka juga membawa berbagai poster yang bertuliskan "Kami pekerja bukan pelacur".

Wali Kota Risma Didemo, Massa Bawa Poster Kami Pekerja Bukan Pelacur
Foto: suara.com

Mereka juga mengaku susah dalam memenuhi kehidupan sehari-hari.  

Baca Juga : Datangi Terminal Talangagung, Dua SPG Cantik Ini Diminta Nyanyi oleh Dishub, Ada Apa?

Hingga terdengar juga teriakan salah satu pendemo “cabut, cabut, cabut, kos kosan, susu dan beras bukan pemerintah yang bayar.”

Bahkan sebagian dari mereka sudah ada yang menguras uang tabungan. Namun, diketahui saat itu Risma tidak ada di kantornya.