Bupati Malang, HM Sanusi (baju hitam) saat mengunjungi salah satu perusahaan rokok di Kabupaten Malang
Bupati Malang, HM Sanusi (baju hitam) saat mengunjungi salah satu perusahaan rokok di Kabupaten Malang

MALANGTIMES - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menyerukan gerakan sejuta masker untuk seluruh wilayah di Indonesia. Tanpa terkecuali di Pemerintahan Kabupaten Malang.

Pernyataan itu disampaikan langsung oleh Bupati Malang, HM Sanusi saat melakukan peninjauan perusahaan tangguh di PT Cakra Guna Cipta, Selasa (4/8/2020).

Baca Juga : Perkuat Recovery Ekonomi, Wali Kota Malang Tekankan Peningkatan Serapan Anggaran Belanja

”Tanggal 7 (Agustus 2020, red) nanti akan dilaunching oleh Mendagri (Mentri Dalam Negeri) di Kabupaten Malang untuk gerakan 1,5 juta masker. Itu diperuntukkan bagi seluruh masyarakat di Kabupaten Malang, termasuk karyawan pabrik,” ungkap Bupati Malang.

Sejauh ini, lanjut Sanusi, sudah ada beberapa perusahaan yang berpartisipasi untuk menyukseskan gerakan sejuta masker tersebut. Salah satunya adalah PT Cakra Guna Cipta.

”Perusahaan ini (PT Cakra, red) menyediakan 100 ribu masker untuk para karyawannya dan juga untuk masyarakat,” sambung orang nomor satu di pemerintahan Kabupaten Malang ini.

Selain PT Cakra, masih menurut Sanusi, beberapa perusahaan lain juga dilibatkan dalam gerakan sejuta masker. Perusahaan yang terlibat itu diantaranya berasal dari Penamas yang menyumbang 200 ribu masker, Gudang Baru 200 ribu masker, hingga Bentoel yang juga menyumbang masker sebanyak 300 ribu.

”Jadi dari perusahaan saja sudah banyak yang berpartisipasi, karena mereka (perusahaan, red) sadar jika covid-19 ini sangat berbahaya. Kalau covid-19 tidak pulih kembali, maka akan mengganggu iklim di perusahaan itu sendiri,” ucap Sanusi.

Meski banyak perusahaan yang berpartisipasi, Pemkab Malang tetap akan menyediakan anggaran untuk pengadaan masker. Menurut Sanusi, anggaran yang disediakan itu bersumber dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah).

Baca Juga : 9 Paket Proyek Tender Gunakan DAK Batal, Ini Rinciannya

”Dari APBD ada (angaran untuk pengadaan masker, red), itu tetap disediakan. (Anggarannya, red) yang disediakan sekitar Rp 100 miliar,” terang Sanusi sembari mengatakan jika Rp 100 miliar itu tidak hanya untuk pengadaan masker, tapi juga untuk penanggulangan percepatan covid-19.

Selain fokus pengadaan masker, Sanusi juga menghimbau kepada perusahaan agar senantiasa menerapkan protokol kesehatan. Bahkan, jika memang ada karyawannya atau warga setempat yang kedapatan reaktif covid-19, harus segera dilakukan tracing dan meliburkan yang bersangkutan dari aktifitas perusahaan.

”Iya, akan terus saya tinjau, karena saya ingin memastikan di Kabupaten Malang perusahaan tidak ada yang terkena covid-19. Sehingga industri bisa berjalan dengan lancar dan karyawan bisa bekerja serta ekonomi bisa terus bergerak,” pungkasnya.