Data rekapan kasus covid-19 di Kabupaten Malang yang tidak singkron dengan data sebelumnya (Foto : Istimewa)
Data rekapan kasus covid-19 di Kabupaten Malang yang tidak singkron dengan data sebelumnya (Foto : Istimewa)

MALANGTIMES - Rekapitulasi data kasus covid-19 di Kabupaten Malang sering tidak sinkron. Dari pengamatan media online ini, sejak pekan lalu setidaknya sudah ada 2 rekapitulasi data jumlah kasus covid-19 di Kabupaten Malang yang tidak sinkron.

Terbaru, kerancuan itu terjadi pada rekapitulasi data di hari Minggu (2/8/2020). Saat itu Dinkes (Dinas Kesehatan) Kabupaten Malang, menyampaikan jika jumlah pasien positif covid-19 bertambah 8 orang.

Baca Juga : Viral Kasus Nyeleneh 'Gilang Bungkus', Warganet Sindir Lewat Makanan Ini

 

Anehnya, data yang disampaikan ke publik hanya 516 kasus. Padahal sehari sebelumnya, yakni Sabtu (1/8/2020) total kasus terkonfirmasi positif covid-19 ada 509 kasus. Artinya ada selisih 1 kasus, dari yang seharusnya 517 kasus.

Berawal dari kejanggalan itulah, media online ini mencoba mencari kejelasan kepada Humas Satgas Covid-19 Kabupaten Malang, Aniswaty Aziz. ”Memang data yang kami terima begitu adanya, kita berdasarkan data dari Dinkes (Kabupaten Malang, red). Selisih angka 1 ini yang sedang kita cari ke Dinkes,” ungkap Aniswaty sembari menyanggupi jika akan segera berkoordinasi dengan Dinkes Kabupaten Malang.

Beberapa jam setelah dikonfirmasi, Aniswaty kembali menghubungi media online ini. Menurutnya, kejanggalan itu terjadi karena ada penurunan kasus yang terlambat disampaikan kepada dirinya.”Ternyata data dari Dinkes itu ada penurunan di (Kecamatan) Tajinan, dari 10 ke 9 pasien. Itu selisihnya,” sambung Aniswaty.

Sebagai informasi, pada Sabtu (1/8/2020) data yang dipublikasi oleh humas satgas covid-19 memang 509 kasus. Dimana 10 di antaranya dari Kecamatan Tajinan.

Sehari kemudian (Minggu 2/8/2020) datanya diralat menjadi 516 kasus dari yang seharusnya 517. Di mana ketika ada ralat tersebut, data kasus covid-19 dari Kecamatan Tajinan juga sudah diganti menjadi 9 dari yang sebelumnya 10 kasus.

Kejadian serupa juga pernah terjadi pada Rabu (29/7/2020) lalu. Ketika itu kasusnya juga sama, terdapat selisih 1 kasus. Atas dasar itulah, sebagian masyarakat ada yang berpendapat jika penghapusan data itu lantaran adanya kesalahan dari laboratorium.

Baca Juga : Tak Ada Tambahan Pasien Positif, Ini Indikator Penyebab Kota Batu Masuk Zona Merah

 

Apakah kesalahan itu karena pasien negatif tapi dinyatakan positif?, Aniswaty terkesan belum berani berspekulasi. Namun demikian pihaknya memastikan akan segera berkoordinasi dengan Dinkes Kabupaten Malang.

”Kami sedang telusuri dengan komparasi data input. Sabar, nanti kalau sudah ketemu jawabannya saya akan sampaikan. Terimakasih atas koreksinya,” pungkasnya.