Kasus Gilang Bungkus (Foto: Twitter)
Kasus Gilang Bungkus (Foto: Twitter)

MALANGTIMES - Beberapa hari ini, publik dihebohkan dengan munculnya kasus 'Gilang Bungkus'. Kasus itu merupakan pelecehan seksual dengan kain jarik berkedok riset.  

Disebutkan, jika sosok pria bernama Gilang itu menderita penyakit fetish dengan kain jarik. Hingga kini kasus tersebut masih menjadi perbincangan hangat di media sosial.  

Baca Juga : Awal Bulan, Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Kabupaten Malang Tambah 8 Pasien

 

Bahkan, tagar 'Gilang Bungkus' sempat menduduki trending Twitter nomor satu. Viralnya kasus ini, lantas membuat warganet yang memberikan sindirian dari kreativitas mereka.  

Salah satunya akun twitter @prndass_. Akun tersebut memberikan sindiran melalui makanan ketan yang tampak dibungkus daun pisang lalu diikat erat dengan tali rafia.  

"Mas Gilang ketan saya siap menjadi bahan riset nya mas #Gilang . Sudah saya #bungkus dengan rapi Lo mas #GilangBungkus," ujar akun @prndass_.

 

 

Selain itu ada juga warganet yang memberi sindiran dengan bungkusan daging kurban. "yang #gilang bungkus. yang aku bungkus hari ini," tulis akun @trnggrni.

 

 

Sebelumnya, dengan alasan riset tugas kuliah Gilang meminta korban yang sama-sama pria untuk membungkus diri mereka layaknya pocong menggunakan kain jarik.

Lalu setelah terbungkus, mereka diminta memotret atau merekam video dalam kondisi terbungkus, lalu dikirim ke Gilang.  

Baca Juga : Heboh 'Gilang Bungkus', Pelecehan Seksual Fetish Kain Jarik Berkedok Riset, Ini 3 Faktanya

 

Diduga, Gilang menderita penyakit fetish. Penyakit fetish sendiri merupakan kesenangan yang didapat oleh seseorang sebagai respons terhadap objek yang seringkali tak mengandung unsur-unsur seksual.  

Orang yang memiliki penyakit tersebut, cenderung membutuhkan suatu objek atau benda tertentu di hadapannya.  

Lantas mereka berfantasi seksual dengan objek tersebut atau digunakan kepada pasangan agar bisa meraih kepuasan seksual.