Bawang putih di Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIME)
Bawang putih di Kota Batu. (Foto: Irsya Richa/MalangTIME)

MALANGTIMES - Sebagian masyarakat Kota Batu dulu menanam bawang putih. Dan, selama beberapa bulan terakhir, beberapa petani mulai mengembangkan pertanian bawang putih. Sayangnya setelah panen, para petani tersebut masih belum menemukan pasar. 

Salah satu pertanian bawang putih yang mulai dikembangkan itu berada di area Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji. Lahan di sana ditanami bawang putih dengan varietas unggul, yakni lumbu. 

Baca Juga : 5 Jenis Investasi Terbaik yang Cocok di Era Pandemi Covid-19

Ketua Kelompok Tani Maju 01 Desa Tulungrejo Suherman mengatakan,  satu kali panen bisa menghasilkan 150 ton bawang putih dari luas dua hektare. “Kami tetap berusaha untuk mencari pasar bawang putih karena memang bawang putih impor masuk di Kota Batu sehingga harga bawang kami kalah,” ucapnya.

“Sebanyak  150 ton bawang putih itu hasil dari kerja sama dengan Kelompok Tani Maju 01 dengan Bank Indonesia (BI) dan tim Pusat Kajian Pengelolaan Hama Terpadu (PKPHT) Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya serta Dinas Pertanian Kota Batu,” tambah Suherman.

Meski berusaha untuk mencari pasar, pihaknya akan tetap mengembangkan pertanian bawang putih di sana. Misalnya lahan  dua hektare akan dikembangkan menjadi lima hektare. “Kami memiliki rencana untuk kembali menanam bawang putih di lahan yang lebih luas kkalau nantinya sudah menemukan pangsa pasarnya,” imbuhnya. 

Baca Juga : Sudah 50 Hotel Buka, PHRI Kota Batu Minta Keringinan Pembebasan Pajak Juli-Desember

Selain itu, petani bawang putih di sana mendapatkan pendampingan dari PKPHT. Kemudian juga terdapat penyuluhan dari Dinas Pertanian Kota Batu dengan memberikan motivasi dan standart operational procedure (SOP) untuk menanam yang benari dengan biaya yang minim serta menghasilkan panen berlimpah.