Batang pohon dikawasan Jalan BS Riadi yang ambruk menimpa teras ruko, satu mobil dan dua motor (Doc MalangTIMES)
Batang pohon dikawasan Jalan BS Riadi yang ambruk menimpa teras ruko, satu mobil dan dua motor (Doc MalangTIMES)

MALANGTIMES - Korban yang tertimpa pohon-pohon Kota Malang, seperti halnya kejadian di Jalan BS Riadi, Oro-Oro Dowo, Klojen, Kota Malang, pada Sabtu (1/8/2020), bisa mengajukan klaim biaya asuransi biaya kerusakan lho.

Hal itu dibenarkan langsung Kepala Bidang (Kabid) Ruang Terbuka Hijau, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Ir. Kuncahyani, saat ditemui di kantornya.

Baca Juga : Sebabkan Korban Meninggal dan Luka, Polisi Usut Keberadaan Pengendara Motor Ugal-ugalan

Pengajuan bagi korban tertimpa pohon-pohon milik Kota Malang, bisa mengajukannya ke dinas dengan syarat-syarat yang mudah. Tentunya korban melapor ke dinas untuk mengisi form klaim asuransi.

Setelah melapor dan mengisi form klaim asuransi, tentunya akan terlebih dulu diajukan ke pihak asuransi yang bekerja sama dengan dinas. "Syaratnya tentu membawa KTP, maupun STNK kendaraan jika memang kendaraannya rusak. Dan juga ditambahi dokumentasi bilamana kendaraan rusak," jelasnya (3/8/2020).

Setelah persyaratan lengkap, dan kemudian diajukan ke pihak asuransi dan kemudian pihak asuransi akan memproses dengan melakukan survei lapangan.

Petugas dari asuransi akan mendatangi pelapor untuk mengkroscek langsung kondisi dan kebenaran jika pelapor benar-benar menjadi korban dan juga menghitung nilai asuransinya dari kerusakan yang ada.

Setelah bisa dipastikan benar menjadi korban pohon tumbang, kemudian pihak korban akan dihubungi pihak asuransi dan tinggal menunggu turunnya asuransi dari perusahaan asuransi yang bekerja sama. "Misalnya sudah dibetulkan, nanti tinggal menunjukkan nota dan akan diganti pihak asuransi," terangnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, bukan hanya kerugian materiil atas kerusakan barang saja, klaim biaya juga berlaku untuk biaya pengobatan korban yang mengalami luka ataupun meninggal. Namun untuk besaran nilainya pihaknya belum menjelaskan detail apakah terdapat tambahan dari nilai pertanggungan maksimal atau tidak.

Baca Juga : Sepi Penumpang, Becak pun Kini Jadi Tempat Tinggal

"Nilai pertanggungan asuransi maksimal Rp 15 juta. Misalnya kerusakan kendaraan Rp 20 juta, maka yang dibayar pihak asuransi hanya sebesar Rp 15 juta, sesuai dengan nilai maksimal pertanggungjawaban," ungkapnya.

Sementara itu, terkait korban pemilik kendaraan sepeda motor atau pun mobil yang tertimpa pohon di kawasan Jalan BS Riadi, dijelaskannya, jika sampai saat ini belum ada laporan atau pengajuan  klaim asuransi.

"Sampai saat ini belum ada korban atau perwakilan korban datang untuk mengajukan klaim ganti rugi akibat pohon tumbang di Jalan Brigjen Slamet Riadi. Bila memang menjadi korban kami harapkan segara datang mengurus klaim asuransi," pungkasnya.