Petugas seksi Amalsda saat melakukan survey perencaan pembuatan IPAL di Kelurahan Pisang Candi (Ist)
Petugas seksi Amalsda saat melakukan survey perencaan pembuatan IPAL di Kelurahan Pisang Candi (Ist)

Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang, melalui bidang Cipta Karya, saat ini terus mendorong lingkungan sehat dan berupaya mengurangi kebiasaan buruk masyarakat membuang limbah langsung ke aliran sungai.

Upaya tersebut dilakukan DPUPRPKP dengan kembali membangun saluran IPAL di kawasan Kelurahan Pisang Candi, Kecamatan Sukun, Kota Malang, yang berguna mengolah air limbah masyarakat sebelum nantinya mengalir ke sungai secara bersih.

Baca Juga : Camat “Terancam” Mutasi jika Tidak Becus Tangani Covid-19, Bagaimana dengan Kepala Dinas?

 

Kepala DPUPRPKP Kota Malang, Hadi Santoso melalui Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya, Bambang Nugroho menjelaskan, jika pembuatan IPAL nantinya akan memanfaatkan botol bekas air mineral ukuran 1,5 liter.

"Sama halnya dengan saluran IPAL yang dibangun di Lesanpuro dan juga Madyopuro," beber pria yang akrab disapa Bambang Nugroho (Banu) ini, (1/8/2020).

Untuk kapasitas dari jumlah saluran IPAL di Kelurahan Pisang Candi, pihaknya masih belum mengetahui, apakah sama seperti halnya jumlah saluran IPAL di Kelurahan Madyopuro dan Lesanpuro atau tidak.

"Untuk berapa salurannya masih belum tau. Kalau di Madyopuro dan Lesanpuro kan 50 KK, kalau yang ini belum tahu," ungkapnya.

Saat ini, tim survey dari Seksi Air Minum, Air Limbah dan Sumberdaya Air (Amalsda), Bidang Cipta Karya, masih melakukan survey ke lokasi yang direncakan akan menjadi tempat pembuatan saluran IPAL. Survey dilakukan pada 23 Juli 2020 lalu.

Survey dilakukan dengan harapan untuk mendapatkan data di lapangan terkait kondisi sanitasi di lingkungan masyarakat Kelurahan Pisang Candi.

Baca Juga : HUT Arema, Kapolresta Malang: Tak Ada Konvoi, Kita Akan Jaga Batas Kota

 

"Harapannya dari survey ini didapatkan data sebagai pendukung perencanaan untuk pembangunan sarana dan prasarana air limbah di kelurahan Pisang Candi. Sehingga dapat tercipta lingkungan yang bersih dan sehat," paparnya.

Ia juga menyampaikan, sebelum nantinya memasuki proses pembangunan, warga terlebih dulu akan dikumpulkan untuk memberikan sosialisasi mengenai pembangunan. Sehingga pada saat nantinya saluran IPAL jadi, masyarakat tidak kebingungan saat menyambung ke saluran IPAL.

“Dengan saluran IPAL ini kan masyarakat tidak lagi langsung membuang limbah ke sungai. Sungai menjadi bersih dan lingkungan sekitarnya menjadi sehat, tidak tercemar,” pungkasnya