Peta sebaran Covid-19 data dari Dinas Kesehatan Kota Batu. (Foto: Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu)
Peta sebaran Covid-19 data dari Dinas Kesehatan Kota Batu. (Foto: Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Batu)

MALANGTIMES - Penyakit Covid-19 memberikan gejala berbeda-beda pada setiap pasien penderitanya. Salah satu yang kerap muncul adalah keluhan demam dan kehilangan sensitivitas indera penciuman seperti dialami salah satu pasien terkonfirmasi positif asal Kota Batu.

Untuk diketahui, beberapa hari terakhir penambahan pasien positif di kota wisata ini relatif landai hingga pada Jumat (31/7/2020). Terdapat tambahan 3 pasien konfirm, sehingga jumlah akumulatif mencapai 170 orang di Kota Batu.

Baca Juga : Penghujung Bulan Juli 2020, Jumlah Positif Covid-19 di Kabupaten Malang Tembus 501 Kasus

Dari jumlah 170 orang itu, baru-baru ini terdapat pasien konfirm dari staf administratif Dinas Kesehatan Kota Batu. “Salah satu pasien konfirm staf dari Dinas Kesehatan,” ucap Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu, M. Chori.

Mengetahui hal tersebut, staf tersebut diminta melakukan isolasi mandiri termasuk dengan rekan kerja yang ada kontak erat dengan staf itu. Demikian halnya bagi yang kontak erat dan ada gejala demam dan ISPA langsung dilakukan swab.

Chori menambahkan, jika kondisi kesehatan staf tersebut saat ini sudah membaik. “Memang sebelumnya mengalami gejala kehilangan indera penciuman dan demam,” imbuhnya.

Tiga tambahan baru itu dari beberapa desa yang sebelum sudah nihil dari pasien konfirm, yakni satu orang warga Desa Giripurno Kecamatan Bumiaji dan dua orang warga Desa Sidomulyo Kecamatan Batu. 

Baca Juga : Ada Penambahan, Pasien Sembuh Covid-19 di Kota Malang Juga Meningkat

Dengan bertambahnya pasien konfirm itu, terbanyak berada di Kecamatan Batu tercatat ada 13 orang, tertinggi berada di Kelurahan Sisir sebanyak 6 orang. Kemudian untuk dua kecamatan lainnya yakni Bumiaji dan Junrejo sama, yakni terdapat dua orang pasien konfirm.

Sedangkan untuk jumlah akumulatif 170 orang itu, masih terdapat 17 orang yang menjalani perawatan. Rinciannya, 6 orang menjalani perawatan di rumah sakit, 7 orang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing, 4 orang isolasi di shelter Hotel Mutiara Baru. Sedangkan angka sembuh sudah mencapai 142 orang dan 11 orang meninggal dunia.