Anggota komisi X DPR RI Lathifah Shohib (empat dari kiri) beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Malang saat meresmikan agenda GerakanBISA.
Anggota komisi X DPR RI Lathifah Shohib (empat dari kiri) beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Malang saat meresmikan agenda GerakanBISA.

MALANGTIMES - Kemenparekraf (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) dan Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) Kabupaten Malang tidak ingin ada klaster penularan covid-19 dari destinasi wisata. Hari ini (Sabtu 1/8/2020) rombongan dari Kemenparekraf dan Forkopimda menggelar agenda GerakanBISA (Gerakan Bersih, Indah, Sehat dan Aman).

”Ini merupakan program realokasi karena adanya corona. Seperti yang tadi sudah saya sampaikan ada Rp 105 miliar yang direalokasikan untuk penanganan covid-19. Kemudian, salah satu program yang kami setujui adalah program GerakanBISA ini,” ungkap anggota Komisi X DPR RI Lathifah Shohib yang juga turut menghadiri agenda yang berlangsung di Pantai Balekambang, Kabupaten Malang itu,  Sabtu (1/8/2020).

Baca Juga : Parkir Kembali Disorot, Wali Kota Sutiaji Sebut Potensi Rp 52 Miliar Acuan Tahun 2011

Menurut kerabat mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini, ada beberapa poin khusus yang harus ditekankan di sektor pariwisata saat pandemi covid-19. Salah satunya mengenai kebersihan serta keamanan di destinasi wisata.

”Memang kami minta kepada Kemenparekraf, selama destinasi wisata ditutup itu, tetap harus dirawat karena indonesia ini di luar negeri masih terkenal dengan kebersihannya yang kurang,” ungkapnya.

Dengan begitu, lanjut Lathifah, jika kebersihannya tetap terjaga, maka bisa sewaktu-waktu dibuka apabila status pandemi covid-19 berakhir.

”Supaya branding pariwisata kita secara bertahap bisa berubah. Dari yang dulu di beberapa tempat dikenal agak kumuh, sekarang alhamdulillah saya lihat di mana pun kondisinya mulai agak lebih membaik. Terutama dari beberapa tahun lalu, pada saat saya berkunjung di sini (pantai Balekambang, red),” ucap Lathifah.

Selain fokus pada sektor kebersihan, anggota legislatif ini juga mengupayakan agar fasilitas umum di tempat wisata bisa memadai dan sesuai dengan ketentuan.

Baca Juga : Banyak Aset Dikuasai Pihak Ke-Tiga, Dewan Usul Pembuatan Satgas Khusus

”Kemarin juga sudah disepakati untuk membantu pembuatan toilet. Untuk satu toilet, anggarannya Rp 1 juta. Jadi, di beberapa destinasi wisata akan mendapatkan slot untuk perbaikan atau pembuatan toilet baru,” ujar alumnus UM (Universitas Negeri Malang) ini.