Suasana saat pemotongan hewan kurban di Lapas Kelas 1 Malang oleh para narapidana. (Ist)
Suasana saat pemotongan hewan kurban di Lapas Kelas 1 Malang oleh para narapidana. (Ist)

MALANGTIMES - Status terpenjara tidak lantas menghilangkan kewajiban bagi narapidana yang mampu secara ekonomi untuk ikut serta berkurban.

Pada Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah ini, tiga narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Malang atau Lapas Lowokwaru menyumbangkan tiga ekor kambing untuk dikurbankan.

Baca Juga : Jalur Sepeda Gunung Bakal Dibangun di Lapas Terbuka Ngajum, Ini Konsepnya

Kalapas Kelas 1 Malang Agung Krisna mengatakan, selain hewan kurban sumbangan masyarakat atau instansi yang diberikan di Lapas Kelas 1 Malang untuk didistribusikan, juga terdapat tiga narapidana yang melaksanakan kurban.

"Memang ada beberapa teman napi ikut serta menyumbangkan hewan kurban. Selain dari petugas lapas sendiri, juga ada sumbangan dari masyarakat untuk didistribusikan," ungkapnya, Sabtu (1/8/2020).

Menurut dia, berkurban sebagai kegiatan keagamaan juga sebagai sarana dalam membina para narapidana untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi ke depannya. "Meskipun di dalam lapas, tentunya mereka masih dapat berbagi kebahagiaan kepada sesama. Selain itu,  perayaan Idul Adha di lapas ini tentunya mengobati kerinduan mereka dan tidak kehilangan suasana kurban seperti saat mereka masih di luar," ungkapnya.

Lapas Kelas 1 Malang sendiri melakukan penyembelihan 35 hewan kurban. Kurban itu terdiri dari empat ekor sapi dan 31 ekor kambing. 

Daging hewan kurban tersebut diberikan kepada seluruh narapidana Lapas Kelas 1 Malang yang jumlahnya mencapai sekitar 2.900 orang lebih.

Baca Juga : Bikin Geger pada Masanya, Ini Sapi dan Serigala yang Berbicara Bahasa Manusia

Daging yang diberikan kepada narapidana nantinya tidak dalam keadaan mentah, melainkan dalam bentuk makanan matang siap saji. Sehingga, para narapidana bisa langsung menikmati daging hewan kurban tanpa perlu mengolah terlebih dahulu.

"Sebelumnya di lapas juga dilakukan takbir keliling dan kemudian paginya dilakukan salat Id yang diikuti 1.000-an orang dengan tetap menjaga protokol kesehatan," ucap Agung.