Lokasi Atlet Paralayang Nyangkut di Pohon bukit Widodaren Besuki / Foto : Dokpol / Tulungagung TIMES
Lokasi Atlet Paralayang Nyangkut di Pohon bukit Widodaren Besuki / Foto : Dokpol / Tulungagung TIMES

MALANGTIMES - Karena ada angin besar, atlet paralayang yang tengah berlatih di tebing Wododaren Desa/Kecamatan Besuki Kabupaten Tulungagung tersangkut pohon. Kejadian itu sempat dilaporkan oleh warga masyarakat sebelum akhirnya petugas dari kepolisian dan Basarnas turun tangan melakukan penyelamatan.

"Terjadi insiden paralayang tersangkut pohon, sering melakukan latihan di lokasi," kata Kapolsek Besuki AKP Sumaji, Sabtu (01/08/2020) pagi.

Baca Juga : Mengamuk saat Diturunkan, Sapi  Kurban di Blitar Ditembak Polisi

Atlet yang pernah menjadi juara di event Propinsi Jawa Timur itu diketahui bernama Rifat (19), warga RT 5 RW 2 Dusun Tumpuk Desa Besuki.

"Kami mendapat laporan warga sekitar jam 17.30 WIB, keduanya langsung menghubungi tim SAR untuk mengupayakan evakuasi," ujarnya.

Disebutkan Kapolsek, kejadian bermula saat sekira pukul 14.00 WIB, seperti biasa Rifat ditemani rekannya bernama Adim, berlatih paralayang

"Sebelum menerbangkan paralayang situasi angin baik dan seperti hari-hari pada waktu latihan. Setelah semua peralatan siap, korban mulai menaikkan paralayang dan sekitar 2 menit di udara tiba-tiba ada angin besar yang membuat parasut oleng dan nyangkut di pohon yang berada di tebing Widodaren," ungkapnya.

Kemudian, orang tua Rifat dihubungi Adim dan setelah sekira 2 jam tidak bisa dievakuasi sendiri mereka lantas memanggil petugas dari Polsek Besuki sekira pukul 17.30 WIB hari Jumat (31/07/2020) kemarin.

Baca Juga : Patut Ditiru, Ada 10 Warga Waung Tulungagung Tolak Dana JPS, Minta Digeser ke Orang Lain

"Kemudian dievakuasi dan sekira pukul 19.30 WIB, korban bisa tertolong dengan kondisi sehat dan selamat," tambahnya.

Korban Rifat sendiri, menurut Sumaji menggelantung di pohon selama beberapa jam. Atas bantuan warga dan Pokdarwis evakuasi berjalan lancar dan berhasil melakukan penyelamatan.