Sekda Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat (kemeja putih) saat menggelar pertemuan dengan KONI Kabupaten Malang
Sekda Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat (kemeja putih) saat menggelar pertemuan dengan KONI Kabupaten Malang

MALANGTIMES - Pencapaian target tiga besar Porprov (Pekan Olahraga Provinsi) Jawa Timur harus ditopang dengan ketersediaan anggaran. Sebab, jika anggaran tidak tersedia, kegiatan pelatihan maupun persiapan untuk mengikuti kompetisi akan sulit berjalan. 

Untuk itu, Sekda (Sekretaris Daerah) Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat menyatakan segera mengumpulkan pihak-pihak terkait untuk merealisasi target yang diharapkan oleh Bupati Malang tersebut.

Baca Juga : Realisasi Belanja Hanya 89 Persen, Bagaimana Pemkab Malang Dapatkan Opini WTP dari BPK?

Dijelaskan Wahyu, beberapa pihak yang bakal diundang untuk mempersiapkan para atlet, di antaranya adalah Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga) serta KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Kabupaten Malang.

"Kemungkinan Minggu depan kami akan segera menggelar pertemuan untuk membahas perihal prestasi olahraga di Kabupaten Malang," ucap Wahyu sembari mengatakan jika dalam pertemuan tersebut nantinya juga akan mebahas perihal anggaran.

Sebagai tahap awal, pada hari ini (Rabu 29/7/2020) sore, Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Malang menggelar pertemuan dengan KONI Kabupaten Malang.

Dalam agenda yang digelar di ruang Sekda Kabupaten Malang itu, Rosydin selaku Ketua KONI Kabupaten Malang, menuturkan jika membutuhkan anggaran untuk membina para atlet yang akan berlaga dalam Porprov Jatim mendatang.

”Sampai saat ini anggaran untuk pelatihan dan pembinaan atlet sangat minim, alhasil banyak Cabor (Cabang Olahraga) yang terbengkalai," keluh Rosydin saat ditemui awak media usai menghadiri pertemuan dengan Sekda Kabupaten Malang, Rabu (29/7/2020).

Menurut Rosydin, KONI Kabupaten Malang sebenarnya sempat mendapat anggaran mencapai Rp 9,7 miliar. Namun, karena adanya pandemi covid-19, anggaran yang sudah diplot tersebut terpaksa mengalami rasionalisasi dan hanya menyisakan Rp 2,9 miliar.

Baca Juga : Rp 743 Miliar Tak Terserap, Pemkot Malang Berdalih Soal Efisiensi

Seiring berjalannya waktu, anggaran yang sudah dipotong untuk rasionalisasi penanggulangan covid-19 itu juga belum bisa dicairkan. Masalahnya dikarenakan adanya ketimpangan antara Dokumen Pelaksanaan Anggaran yang ada pada Dispora, dengan Rencana Anggaran Kegiatan yang dikelola oleh KONI Kabupaten Malang.

”Anggaran KONI memang ikut di Dispora, tapi karena adanya data yang tidak sinkron membuat anggarannya tidak bisa dicairkan. Oleh karena itu kami menghadap kepada Sekda (Kabupaten Malang, red) untuk membantu terkait perubahan Dokumen Pelaksanaan Anggaran yang ada di Dispora," pungkasnya.

Sekedar diketahui, sebelum menggelar pertemuan dengan Sekda, KONI Kabupaten Malang sempat menghadap ke Bupati Malang pada akhir pekan lalu. Dalam pertemuan tersebut, Bupati Malang mematok target 3 besar dalam ajang Porprov Jatim.

Namun target yang diminta Sanusi selaku Bupati Malang itu terancam gagal jika permasalahan anggaran tidak segera dituntaskan. Alhasil, hari ini (Rabu 29/7/2020) KONI menggelar pertemuan dengan Sekda guna menindaklanjuti amanah yang disampaikan Bupati Malang tersebut.