Kota Malang (foto dok MalangTIMES)
Kota Malang (foto dok MalangTIMES)

MALANGTIMES - br>Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang berharap kualitas lingkungan pada tahun 2020 ini bisa baik meski masih dalam masa pandemi Covid-19. Harapan itu seiring dengan uji kualitas lingkungan yang akan diselenggarakan DLH Kota Malang di tahun 2020 ini. 

Ada tiga aspek yang diuji, antara lain adalah kualitas udara ambien, kualitas udara pasif dan ketiga kualitas air sungai. Untuk kualitas udara ambien dilaksanakan pengecekan 12 kali atau 12 titik selama 24 jam, beberapa di antaranya yaitu di Terminal Arjosari, di Blimbing, di depan Balai Kota Malang, dan tempat-tempat yang ditentukan lainnya. 

Baca Juga : Volume Sampah di Kota Malang Turun 10 Persen

Untuk udara pasifnya ini sama, dilakukan pengecekan namun tidak selama 24 jam, dan hanya dilakukan dalam 8 kali kegiatan. Yang ketiga untuk kualitas air sungai ini sekitar 54 kali atau 54 titik, tersebar dari sungai-sungai yang ada di Kota Malang untuk menguji kualitas air sungainya mulai dari hulu tengah sampai dengan hilir.

"Untuk kegiatan ini dilaksanakan kurang lebih sekitar 60 hari kalender, jadi itu nanti baru bisa kita terima hasilnya bulan depan. Jadi kami mengharapkan juga udara kita bagus, artinya bahwa selama ini untuk pembinaan, kegiatan yang ada di Kota Malang khususnya untuk penekanan Gas CO2, Air sungainya bisa kita lihat nanti kalau hasilnya bagus," ujar Kepala Bidang (Kabid) Tata Lingkungan Hidup DLH Kota Malang, Arif Tri Sastyawan.

Setiap tahun, sebenarnya DLH Kota Malang ingin menguji lebih dari beberapa titik. Namun karena ada perempesan anggaran akibat Covid-19, dari sekian banyak kegiatan hanya bisa dilakukan beberapa saja.

"Harapan saya ke depan nanti juga bisa lebih banyak lagi, jadi bisa menyebar Kota Malang, kita bisa tahu bagaimana kualitas air, kualitas udara di Kota Malang ini bagus apa tidak," harap Arif.

Menurut Arif, pihaknya masih menemui salah satu sungai yang masih kurang bagus kualitasnya, karena setelah dilihat memang beberapa oknum warga yang punya usaha langsung air limbahnya ke sungai tanpa diolah terlebih dahulu. "Otomatis beracun, kan dia yang dikeluarkan itu bisa saja zat yang tidak bisa diurai oleh air langsung tadi," ucapnya.

Baca Juga : Jangan Keburu Senang Jika Septictank Tak Penuh, Bisa Jadi Bocor Mencemari Lingkungan!

Dengan adanya Covid-19 ini, Arif yakin kualitas udara di Kota Malang bagus, apalagi ketika diuji juga setelah PSBB. Tapi, hal ini juga masih diiringi dengan penghijauan yang dilaksanakan di wilayah bukan hanya dari DLH tapi juga dari warga.

"Maka dari itu kita kemarin menerapkan beberapa titik itu kita sebar dari pinggir utara, selatan, timur, barat dan tengah sendiri itu kita ukur. Bagaimana kita membandingkan udara kita yang bagian utara, selatan, timur, dan barat tadi dengan yang padat lalu lintasnya ini. Jadi otomatis kalau kualitas udaranya yang di tingkat lalu lintasnya padat memang uji dari kendaraan itu masih kurang bagus. Nah setelah hasilnya keluar baru akan kita analisa langkah-langkah bagaimana bisa kita menekan ini untuk tahun 2021," paparnya.