Kondisi TPA Supit urang Kota Malang Juli 2020. (Hendra Saputra)
Kondisi TPA Supit urang Kota Malang Juli 2020. (Hendra Saputra)

MALANGTIMES - Di masa pandemi covid-19, volume sampah di Kota Malang cukup menurun ketimbang musim biasanya. Namun, angka penurunan yang dihasilkan saat ini tidak mencapai lebih dari 10 persen.

Penurunan volume sampah itu salah satunya disebabkan sejumlah tempat usaha ditutup. "Saat pandemi ini memang cukup menurun, karena sekolah, mal dan lain-lain itu libur. Jadi, sampah juga ada selisih yang masuk ke sini. Secara persentase tidak sampai 10 persen meski sampah berkurang," ujar Kepala UPT Pengelolaan Sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Frans Christofel, Selasa (21/7/2020).

Baca Juga : Jangan Keburu Senang Jika Septictank Tak Penuh, Bisa Jadi Bocor Mencemari Lingkungan!

 

Masih kata Frans, meski saat ini sudah masuk fase transisi new normal, lonjakan sampah masih normal. Tidak sampai melonjak tinggi. "Volume 480 sampai 490 ton per hari. Itu yang mengangkut armada sekitar 150 sampai 160 kali yang masuk ke TPA dari semua jenis," kata Frans.

Dari pantauan media ini di lapangan, memang sampah yang ada di TPA Supit Urang Kota Malang tidak sebanyak hari biasanya atau sebelum adanya covid-19. "Dampak positifnya ya memang volume sampah berkurang, tapi tidak  signifikan," ucap Frans.

Menurut  Frans, meski aktivitas di sekolah, pusat perbelanjaan, atau perusahaan berkurang, produksi sampah  rumah tangga  tetap berjalan. "Terus adanya sampah ya contohnya di rumah tangga saja, produksi sampah sudah seberapa dari pagi sampai malam. Kurangnya cuma selisih saja," tutup Frans.