Wali Kota Malang Sutiaji (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).
Wali Kota Malang Sutiaji (Humas Pemkot Malang for MalangTIMES).

MALANGTIMES - Kondisi perekonomian di Kota Malang selama pandemi covid-19 tampaknya berangsur membaik. Meski belum pulih sepenuhnya, iklim investasi di Kota Pendidikan ini terus menunjukkan tren positif.

Wali Kota Malang Sutiaji menyampaikan, di masa pandemi seperti sekarang, tingkat kesembuhan pasien covid-19 menjadi salah satu pertimbangan para investor sebelum menanamkan modalnya. Sehingga, pemerintah juga harus terus fokus meningkatkan angka kesembuhan. "Saat ini tingkat kesembuhan kita terus diupayakan agar naik," katanya.

Baca Juga : Ditagih, Realisasi Parkir Vertikal di Kota Malang Masih Belum Ada Kepastian

Sutiaji menjelaskan, upaya meningkatkan kesembuhan di antaranya  pengurangan isolasi mandiri. Sehingga pasien yang konfirmasi dan terindikasi covid-19 dapat memperoleh perawatan lebih intensif untuk mencegah adanya penularan lebih banyak lagi.

Selama melakukan karantina di safe house, para pasien yang kebanyakan tampak sehat itu akan mendapat berbagai macam layanan. Termasuk pemantauan oleh tim medis untuk mengonsumsi obat yang telah disediakan. "Dan harapannya itu bisa mempercepat kesembuhan," ucapnya.

Sutiaji juga menjelaskan upaya lain seperti pemberian obat-obatan herbal juga terus dilakukan. Sebab, dari pengalaman yang ada, angka kesembuhan pasien positif covid-19 tinggi pasca-mengonsumsi obat herbal. "Selama vaksin belum ditemukan, berbagai upaya termasuk obat herbal harus dilakukan," jelasnya.

Dia pun optimistis secara berangsur kondisi perekonomian di Kota Malang akan pulih kembali. Saat ini, upaya pemetaan terhadap beberapa sektor yang bertahan dan dapat dikembangkan terus dilakukan. "Sektor ekonomi kreatif yang terlihat bertahan selama pandemi ini," ujarnya.

Sektor ekonomi akan lebih diperkuat selama masa transisi menuju new normal. Selanjutnya, akan diformulasikan berbagai upaya untuk menggenjot kembali perekonomian setelah terpuruk kurang lebih tiga bulan terakhir.

Sebelumnya, Kepala Disnaker-PMPTSP Kota Malang Erik Setyo Santoso ST MT menjelaskan, penurunan iklim investasi terjadi selama pandemi berlangsung. Saat ini, kondisinya pun belum pulih seperti semula.

Meski begitu, upaya untuk mendorong dan memacu para investor agar menanamkan modalnya di Kota Pendidikan ini terus digenjot. Salah satunya dengan memberikan layanan yang lebih efektif dan dipermudah. Misalnya layanan berbasis online dan aturan perizinan yang lebih mudah.

Baca Juga : Terisi Separo, 56 Pasien Covid-19 Huni Ruang Isolasi di Rusunawa ASN Kabupaten Malang

Erik menjelaskan, di masa pandemi covid-19 seperti sekarang, seluruh layanan publik, utamanya berkaitan dengan pengurusan izin, harus terus dimaksimalkan. Sehingga masyarakat dan calon investor dapat dilayani dengan baik. "Layanan terus diberikan agar tetap kondisif," tambahnya.

Mantan kepala Barenlitbang Kota Malang itu menyebut, sampai saat ini sektor properti masih menjadi salah satu sektor yang mendominasi investasi di Kota Malang. Selain itu, sektor jasa dan perdagangan masih menjadi primadona.

Pertumbuhan iklim investasi di sektor jasa dan perdagangan itu pun selalu menunjukkan tren positif meski memang tak sekencang saat sebelum terjadi pandemi covid-19 seperti sekarang.

Pertumbuhannya pun merata. Tak hanya pada satu kawasan, melainkan sudah tumbuh cukup signifikan di setiap kawasan dan kecamatan di Kota Malang.