Petugas dikyasa Satlantas Polresta Malang Kota memberikan imbauan kepada pelanggar lalu lintas. (Ist)
Petugas dikyasa Satlantas Polresta Malang Kota memberikan imbauan kepada pelanggar lalu lintas. (Ist)

MALANGTIMES - Ada 195 surat tilang atau surat sayang yang dikeluarkan polisi kepada pelanggar pada hari kedua Operasi Patuh Semeru 2020 (Jumat 24 Juli 2020) di seluruh jajaran wilayah Polresta Malang Kota dan lima jajaran polsek.

Dari Polresta Malang Kota, ada 130 pelanggar ditindak. Sementara untuk jajaran polsek, tercatat Polsek Kedunkandang menindak 15 pelanggar,  Polsek Blimbing 14 pelanggar, Polsek Klojen  13 pelanggar, Polsek Lowokwaru 13 pelanggar, dan Polsek Sukun 13 pelanggar.

Baca Juga : Kapolresta Sambang Polsek Klojen, Bhabinkamtibmas Ditekankan Paham 3T

Hari kedua Operasi Patuh Semeru itu didominasi pelanggaran rambu, baik itu rambu dilarang melintas -khususnya melintasi kawasan flyover- ataupun melanggar traffic light. Lalu diikuti pelanggar yang tidak memiliki kelengkapan surat-surat kendaraan.

"Pelanggaran memang didominasi roda dua. Pelanggaran rambu lalu lintas hingga tidak membawa STNK ataupun SIM," jelas Kasat Lantas Polresta Malang Kota AKP Ramadhan Nasution (25/7/2020).

Sementara, dalam setiap gelaran razia kendaran, satlantas tak lupa selalu membawa personel pendidikan dan rekayasa (dikyasa). Dikyasa bertugas memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang lalu lintas (dikmas lantas), baik masyarakat terorganisasi maupun tidak terorganisasi. Selain itu, dikyasa melakukan penerangan  kepada mayarakat dan melakukan kegiatan rekayasa lalu lintas untuk pencegahan terjadinya gangguan keamanan, ketertiban, kelancaran, dan keselamatan di bidang lalu lintas.

"Setelah kami lakukan penilangan, para pelanggar akan diberi imbauan dikmas lantas. Di dikmas lantas, para pelanggar akan diberi imbauan apa saja yang boleh dilakukan dan apa saja yang tidak boleh dilakukan saat berkendara," ungkap Ramadhan.

Selain diberi imbauan mengenai lalu lintas, para pelanggar juga diimbau untuk selalu mematuhi aturan atau protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19.

Baca Juga : Pelajar Ranking Kedua Pelanggar Lalin Terbanyak, Polisi Lakukan Edukasi ke Sekolah

"Protokol kesehatan seperti memakai masker harus tetap dipatuhi. Semua demi kepentingan bersama. Mereka yang tidak membawa masker juga kami berikan masker. Setiap kegiatan, kami selalu menyediakan (masker)," pungkas Ramadhan.