Mendikbud Nadiem Makarim (Foto:  PinterPolitik)
Mendikbud Nadiem Makarim (Foto: PinterPolitik)

MALANGTIMES - Terkait polemik proses seleksi Program Organisasi Penggerak (POP), Presiden Joko Widodo (Jokowi) didesak untuk mengganti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

Desakan itu disampaikan oleh Plh Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay. Saleh menilai jika evaluasi harus dilakukan lantaran Nadiem belum menorehkan satu prestasi pun selama menjabat sebagai Mendikbud.  

Baca Juga : Muhammadiyah dan NU Mundur dari Organisasi Penggerak, Ini Penjelasan Kemendikbud

Seharusnya, kata Saleh, Nadiem sudah harus membuktikan dirinya mampu untuk memimpin Kemendikbud. Terlebih masalah pendidikan di masa pandemi Covid-19 saat ini.  

Selain itu, Saleh juga menyoroti latar belakang Nadiem yang bukan dari bidang pendidikan. "Alih-alih berpretasi, justru Nadiem sering menimbulkan kontroversi, polemik dan perdebatan," ujar Saleh.  

Salah satunya polemik yang terjadi baru-baru ini ialah proses seleksi POP yang meloloskan dua yayasan yakni Yayasan Putera Sampoerna dan Yayasan Bhakti Tanoto. Akibatnya, Majelis Dikdasmen PP Muhammadiyah dan LP Ma’arif PBNU yang terdaftar POP justru memilih mengundurkan diri.  

Nadiem pun dinilai tidak peka dan tak memahami sejarah pergerakan ormas di Indonesia secara utuh. Saleh menilai jika sikap dan kebijakan Nadiem ini sangat tidak baik. Oleh sebab itu, Saleh meminta Jokowi untuk segera memanggil Nadiem.  

Sebagai presiden, ujar Saleh, Jokowi memiliki hak prerogatif untuk mengganti Nadiem dengan seseorang yang lebih mengerti dan menguasai pendidikan untuk memimpin Kemendikbud.

Baca Juga : Reaksi Fahri Hamzah saat Dirinya Diusulkan untuk Gantikan Posisi Moeldoko

Desakan serupa juga diutarakan oleh Persatuan Guru Nahdatul Ulama (Pergunu). Pergunu berharap agar Nadiem bisa diganti.  

Dikatakan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Pergunu A. Zuhri, Nadiem dinilai gagal dalam menjalankan tugasnya sebagai Mendikbud. "Nadiem mengajak bangsa kita untuk berlari meninggalkan ketertinggalan pendidikan kita, tapi malah dia melarikan diri dari pokok persoalan pendidikan kita," kata Zuhri dalam keterangan.  

Zuhri lantas menyarakan agar Nadiem bisa diganti dan mengatakan jika masih banyak tokoh NU yang mumpuni untuk menjadi Mendikbud.