Rasda Sempat Punya Image Jelek, BPNTD Diterima Masyarakat dengan Baik

Jul 23, 2020 19:30
Kartu keluarga sejahtera (istimewa)
Kartu keluarga sejahtera (istimewa)

MALANGTIMES - Bantuan pangan non tunai daerah (BPNTD) yang dulunya bernama beras prasejahtera daerah (Rasda) nampaknya lebih senang diterima oleh masyarakat Kota Malang karena bisa digunakan sewaktu membutuhkan.

Rasda yang sempat memunculkan image buruk bagi Pemerintah Kota Malang membuat satu kebijakan dan aturan baru untuk memberikan bantuan. Ya, saat ini Rasda sudah beralih menjadi BPNTD dan dijadikan bantuan yang berteknologi karena menggunakan virtual account bagi setiap penerimanya.

Baca Juga : National Geographic Akhirnya Rilis Foto Jenazah Covid-19 di Indonesia yang Tuai Pro Kontra

Di tahun 2020 ini, BPNTD diberikan kepada 6918 keluarga pra sejahtera. "Untuk bantuan pangan non tunai daerah (BPNTD) yang dulunya namanya rasda itu diberikan masyarakat pra sejahtera. Program pemerintah daerah ini diberikan untuk keluarga pra sejahtera sejumlah 6918 kpm di tahun 2020," ucap Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial dan Penanganan Fakir Miskin Dinsos-P3AP2KB, Juwita.

Lanjut Juwita, BPNTD terkendala mulai datangnya wabah Covid-19 di Indonesia dan menjalar ke setiap daerah. Dengan banyaknya masyarakat yang terpapar wabah tersebut, praktis Dinsos-P3AP2KB harus menyeleksi kembali penerima bantuan.

Hal itu karena untuk bantuan masyarakat terimbas Covid-19 yang terdata di Dinsos-P3AP2KB ada yang menerima double. "Awal tahun Januari Februari dan Maret masih aman, tapi ketika ada pandemi mulai April ini kita mulai kelabakan dalam arti KPM ini menerima BPNTD tapi juga menerima bantuan lainnya," ujar Juwita.

"Kontrol ini ada di data, dan sementara ini kami coret dulu, nanti setelah bantuan yang lain selesai baru kami masukan lagi data penerima BPNTD itu," imbuhnya.

Baca Juga : Gugus Tugas Sebut Viralnya Foto Jenazah Covid Tak Beretika, Ini Kata Persatuan Fotografer

Menurut Juwita, meski awalnya masyarakat menerima bantuan berupa beras namun kini justru senang dengan menerima bantuan non tunai atau melalui virtual account.

"Perpindahan dari rasda ke non tunai tidak ada masalah, masyarakat juga memahami. Dan mereka justru senang dengan non tunai ini malahan. Karena kalau beras ini riskan, mulai dari pengadaan dan macam-macam," pungkasnya. 

Topik
Berita MalangKabid PemberdayaanLagu untuk guruDinsos Kota Malang

Berita Lainnya

Berita

Terbaru