Gugus Tugas Sebut Viralnya Foto Jenazah Covid Tak Beretika, Ini Kata Persatuan Fotografer

Jul 20, 2020 12:28
Covid-19 (Sumber foto: News Search Engine)
Covid-19 (Sumber foto: News Search Engine)

MALANGTIMES - Publik sempat dihebohkan oleh beredarnya foto jenazah pasien  covid-19 di media sosial.  

Terkait foto tersebut, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memberikan tanggapan. Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, mengambil gambar jenazah pasien virus covid-19 merupakan perbuatan yang tidak beretika.  

Baca Juga : Gubernur Khofifah Dikecam gegara Unggah Foto Bocah Kenakan Face Shield dari Galon Air

 

Terlebih sang fotografer menyebarkannya lewat media sosial.  "Kalau memang benar, maka yang mengambil gambar dan menyebarkan adalah orang yang tak beretika, ujar Wiku.  

Ia lantas menegaskan bahwa covid-19 merupakan virus yang berbahaya.  Virus covid-19 bisa menyerang siapa pun, mulai dari kalangan orang biasa hingga pejabat.  

Oleh sebab itu, Wiku tak ingin ada pihak yang meremehkan bahaya virus yang pertama terdeteksi di Wuhan, China, itu.  

Sebelumnya, diketahui foto tersebut diunggah melalui akun Instagram fotografer Joshua Irwandi dengan nama @joshirwandi.  Tampak dalam foto tersebut, jenazah dibungkus plastik dan masih berada di ranjang rumah sakit.  

Joshua Irwandi merupakan jurnalis foto. Dia bekerja di National Geographic.  

Mengenai viralnya foto tersebut, organisasi profesi Pewarta Foto Indonesia (PFI) membenarkan bahwa foto itu adalah karya Joshua Irwandi yang diunggah di akun Instagram pada Kamis (15/7/2020).  

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

To photograph the victims of coronavirus in Indonesia is the most heartbreaking, most eerie photography I have ever done. In my mind at the time I only thought what happened to this person may well happen to people I love, people we all love. I’ve witnessed first hand how the doctors and nurses are continuously risking their lives to save ours. They are the true heroes of this story, and the only way to appreciate their work is to follow what they advise us. We felt it was absolutely crucial that this image must be made. To understand and connect to the human impact of this devastating virus. The image is published here today as a reminder and a warning, of the ever looming danger. To inform us of the human cost of coronavirus and how world governments have let matters get so far. As we head towards the second wave of the pandemic, people must realise they cannot take this matter lightly. This photograph accompanies an article that appears in the National Geographic Magazine @natgeo in the new upcoming August 2020 issue. LINK IN BIO. It is also the first time I’d see the image in print. There are many people to thank, most notably @kayaleeberne, in which this is the first print NG story she edited; @jamesbwellford for reacting on the story from early on; @andritambunan, @kkobre, and @paullowephotography for their advice; and last but not least my mentor @geertvankesterenphoto for his unrelenting support since day one. I would like to dedicate this to the medical staff – whose selfless efforts allow us to continue to live. I am truly humbled to be in their midst countering this pandemic. And to my late Uncle Felix who, two years before he passed away earlier this year, sent me an email: ‘Keep on taking pictures and never fail to report to let the world know what has really happened.’ Please share this story and please act. This is the pandemic of our lifetime. We must win this battle. Supported by the @forhannafoundation and @insidenatgeo COVID-19 Emergency Fund for Journalist. @natgeointhefield #natgeo #joshuairwandi #natgeoemergencyfund #documentaryphotography #photography #covid19 #covidstories #nationalgeographicsociety #pandemic #stayathome

Sebuah kiriman dibagikan oleh Joshua Irwandi (@joshirwandi) pada

 

Selain itu, musikus Anji Manji juga sempat memberikan komentar terkait foto jenazah tersebut.  Melalui akun Instagram-nya, Anji mengatakan foto tersebut jjanggal.  

Baca Juga : Meninggal Sehabis Kerokan, Seorang Perempuan Dimakamkan Petugas Berpakaian APD

 

Selain itu, Anji  mengkritik sang fotografer yang berani mengambil gambar jenazah.  "Dalam kasus kematian (yang katanya) korban Covid-19, keluarga saja tidak boleh menemui. Ini seorang Fotografer, malah boleh. Kalau kamu merasa ini tidak aneh, artinya mungkin saya yang aneh," kata Anji dalam akun Instagram-nya.  

Atas komentar Anji, PFI pun melontarkan kritikan. Ketua PFI Pusat Reno Esnir menilai Anji telah melecehkan foto karya jurnalistik itu.  

Dikatakan Reno, Joshua mengambil foto tersebut sudah mengetahui kode etik jurnalistik. Yakni mematuhi prosedur perizinan dan mengikuti segala macam protokol kesehatan yang diwajibkan pihak rumah sakit saat mengambil gambar. 

Reno lantas meminta Anji untuk meminta maaf. "PFI menilai ini bentuk pelecehan terhadap karya jurnalistik yang otentik dan pendiskreditan profesi," ujar Reno.

 

Topik
foto jenazah Covid 19Gugus Tugas Covid 19Wiku AdisasmitoPewarta Foto IndonesiaJoshua Irwandiberita malang hari ini

Berita Lainnya

Berita

Terbaru