Persiapan Protokol Kesehatan Covid-19 Destinasi Coban Sadang Capai 75 Persen

Jul 23, 2020 18:32
Tim Peninjau dari Disparbud dan Dinas Kesehatan Kabupaten saat meninjau destinasi wisata Alas Pujon Coban Sadang didampingi Ghufron Marzuki, Kamis (23/7/2020). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES)
Tim Peninjau dari Disparbud dan Dinas Kesehatan Kabupaten saat meninjau destinasi wisata Alas Pujon Coban Sadang didampingi Ghufron Marzuki, Kamis (23/7/2020). (Foto: Tubagus Achmad/ MalangTIMES)

MALANGTIMES - Tim dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang meninjau persiapan penerapan protokol kesehatan Covid-19 di destinasi wisata yang akan segera dibuka yakni Alas Pujon Coban Sadang yang berlokasi di Jalan Abdul Manan Wijaya, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Kamis (23/7/2020) siang. 

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Malang, Made Arya Wedanthara melalui Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata, Lani Massuro menuturkan bahwa terkait persiapan penerapan protokol kesehatan Covid-19 di Alas Pujon Coban Sadang, sudah hampir siap, hanya butuh beberapa perbaikan yang harus segera dibenahi dan dilengkapi. 

Baca Juga : Ingin jadi Resi Pemuda, Mandi di Petirtaan Ngawonggo Syarat Wajibnya

"Secara umum sudah hampir memenuhi, sesuai dengan perbup penyiapan daya tarik wisata menuju percobaan. Nah ini memang harus ada beberapa yang harus dipenuhi, paling utama tadi ruang observasi," ujarnya ketika dikonfirmasi oleh MalangTimes, Kamis (23/7/2020). 

Mengacu pada protokol kesehatan Covid-19 yang telah disusun oleh Tim Sub Satuan Tugas Wisata, Hotel dan Restoran, Lani mengatakan bahwa ruang observasi memang sangat penting dan paling utama untuk disediakan di tempat-tempat destinasi wisata di Kabupaten Malang.

Hal itu bertujuan untuk melakukan observasi dini kepada para pengunjung yang ingin menikmati destinasi wisata Alas Pujon Coban Sadang yang memiliki suhu badan di atas 37,3 derajat celcius. 

"Karena untuk mengobservasi pengunjung yang memang suhunya di atas 37,3. Kalau yang lain hanya sedikit yang harus dipenuhi," ungkapnya. 

Jika saat dilakukan observasi beberapa saat kemudian dilakukan pengecakan suhu kembali, pengunjung tersebut masih didapati suhu di atas 37,3 derajat celcius akan langsung dirujuk ke Puskesmas Pujon.

Untuk prosentase persiapan penerapan protokol kesehatannya sendiri, khusus Alas Pujon Coban Sadang yang terbilang masih baru tetapi persiapannya kata Lani telah mencapai angka 75 persen. 

"Protokol kesehatan wisata, karena ruang observasi itu yang utama, berarti 75 persen ya," ucapnya. 

Lebih lanjut Lani mengatakan bahwa hingga sampai saat ini Disparbud Kabupaten Malang terus melakukan sosialisasi terkait protokol kesehatan dan mempersiapkan destinasi-destinasi wisata untuk dikunjungi dalam kondisi transisi new normal. 

Salah satunya di Alas Pujon Coban Sadang yang nantinya jika telah terpenuhi untuk kelengkapan protokol kesehatan, Lani mengatakan akan dikeluarkan sertifikat dari Sub Satuan Tugas Wisata, Hotel dan Restoran terkait pemenuhan protokol kesehatan.

"Kalau memang mereka sudah siap itu ada sertifikat yang dikeluarkan oleh Sub Gugus Tugas Wisata, Hotel dan Restoran dan di situ bunyinya sudah layak buka karena memenuhi protokol kesehatan," ucapnya.

Selain nantinya para pengelola mendapatkan sertifikat kelayakan atas pemenuhan protokol kesehatan di destinasi wisatanya masing-masing, pihak pengelola juga harus membuat surat pernyataan selalu mengimplementasikan protokol kesehatan.

"Karena kami takutnya gini, awal sudah karena semangatnya tinggi, protokol kesehatannya dipenuhi semua, terus dengan berjalannya waktu, lupa protokol kesehatannya, maka harus ada surat pernyataan itu," jelasnya. 

Sertifikat dan surat pernyataan sebagai tanda bukti bahwa destinasi wisata tersebut telah memenuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan. 

"Kalau keluar sertifikat, tiga hari sekali laporan ke kecamatan untuk monitoring," sebutnya. 

Lani mengatakan bahwa jika telah dilengkapi oleh sertifikat dan surat pernyataan tersebut tetapi pada saat dilakukan monitoring dan evaluasi (monev) oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Malang didapati tidak menerapkan protokol kesehatan akan dilakukan penutupan sementara. 

Baca Juga : Kunjungan Wisatawan di Kota Malang Mulai Tunjukkan Tren Positif

"Kalau mereka pada kondisi monev, terus tiba-tiba protokol kesehatannya ada pelanggaran kalau ditutup sementara jangan menyalahkan, karena itu memang sudah bunyi di Perbupnya," ungkapnya.

Sementara itu owner dari destinasi wisata Alas Pujon Coban Sadang, Ghufron Marzuki mengatakan bahwa saran-saran dari pihak tim peninjauan Disparbud Kabupaten Malang dan juga dari Dinas Kesehatan Kabupaten Malang ini lah yang ditunggu-tunggu. 

"Saran-saran ini yang kita tunggu-tunggu terkait pemenuhan protokol kesehatan di Coban Sadang ini," ujarnya. 

Ghufron mengatakan khusus untuk penyediaan ruangan observasi yang merupakan salah satu hal terpenting dan utama dalam pemenuhan protokol kesehatan, ini telah progres pembangunan.

"Ruangan observasi sudah kita siapkan, tinggal sedikit lagi dalam lima hari akan selesai dikerjakan," ungkapnya. 

Selain itu terdapat saran-saran dari tim peninjau salah satunya terkait pembuangan tempat cuci tangan yang berada di beberapa titik akan segera dilakukan pembenahan.

"Untuk tempat cuci tangan yang berada di atas, nanti akan disediakan pipa pembuangan sesuai arahan dari tim peninjau," ujarnya. 

Kesiapan sebuah destinasi wisata baru di wilayah Kabupaten Malang yang telah mencapai angka 75 persen sesuai dengan hasil tim peninjau merupakan capaian yang sangat baik. 

Nantinya untuk progres pembenahan dan perbaikan sesuai arahan tim peninjau akan segera dibenahi dan diselesaikan. Agar segera mendapatkan sertifikat kelayakan pemenuhan protokol kesehatan.

"Kalau sudah selesai semua dibenahi akan kita foto dan kita laporkan ke pihak Disparbud. Nantinya jika sesuai harapan saya sertifikat agar segera turun dan Coban Sadang dapat dinikmati oleh para pengunjung," pungkasnya.

Topik
Berita MalangCoban SadangCoban Sadang Alas Pujonprotokol kesehatan Covid 19

Berita Lainnya

Berita

Terbaru